home lifestyle muslim

Wakil Rektor PTIQ: Buka Puasa dan Sahur Harus Proporsional

Selasa, 05 April 2022 - 11:39 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Usai 12 jam menahan lapar dan dahaga, kesempatan berbuka puasa pada saat adzan maghrib berkumandang merupakan kesempatan yang dinanti-nanti. Terlebih ada peluang lebar terbukanya pintu doa menjelang berbuka puasa.

Hanya saja, seringkali kita lupa dan terlalu bersemangat untuk menghabiskan hidangan yang tersaji di depan mata. Tak jarang hal ini menyebabkan kekenyangan dan mengantuk saat beribadah.

Pimpinan CariUstaz.id Dr Ali Nurdin mengatakan ibadah puasa dapat bernilai maksimal sekaligus menyehatkan apabila berbuka dan sahur secara proporsional. "Yakni makan makanan yang tidak hanya halal tapi baik dan tidak berlebihan bagi tubuh," ujar Ali Nurdin dalam Kultum Ramadhan di PTIQ TV, dikutip (5/4/2022).

Baca Juga:Shaum Ramadhan Angkat Derajat Mukmin Jadi Muttaqin

Ali Nurdin menegaskan, meskipun ada ungkapan "summu tashihu (puasa itu menyehatkan)". Namun menurut dia, tidak semua praktik puasa dapat menjadikan seseorang tetap sehat dan produktif di bulan Ramadhan.

Banyak fenomena orang berbuka puasa namun kemudian malas beribadah karena alasan kekenyangan. Begitupun setelah sahur terkadang orang malas beraktifitas dan kembali tidur karena kekenyangan.

"Al-Qur'an mengajarkan kita agar tidak berlebihan. Qulu, wasrabu, wala tusrifu (makan dan minumlah, namun jangan berlebihan), badah puasa bukan sekadar menunda atau mengalihkan jadwal makan, tapi mengendalikan diri dari sesuatu yang berlebihan," katanya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
wakil rektor ptiq makanan sahur sahur doa berbuka puasa kesehatan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya