Keistimewaan Puasa: Apresiasi Langsung dari Allah SWT
Jaja Suhana
Selasa, 05 April 2022 - 18:05 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Dalam memotivasi orang beriman agar semangat berpuasa, Rasul memberikan banyaknya keutamaan saat menjalankan ibadah puasa. Terlebih, Ramadhan merupakan bulan ampunan dan dilipatgandakannya amal perbuatan.
Dalam sebuah hadis qudsi Nabi Muhammad SAW menyampaikan, "semua kebaikan pahalanya sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat kecuali puasa. Karena puasa itu milik-Ku dan Aku yang akan memberikan pahala puasa itu langsung kepada hamba-Ku," (HR Bukhari Muslim).
Baca Juga:Golongan Merugi di Bulan Ramadhan, Hanya Dapat Lapar dan Haus
Direktur Eksekutif Santri Bergerak, Ustaz Muhammad Husnil menjelaskan keistimewaan yang didapatkan saat puasa. Salah satunya yaitu apresiasi diberikan langsung oleh Allah SWT terhadap orang yang berpuasa.
"Perumpamaannya, dalam struktur organisasi, ada apresiasi yang diberikan tingkat RT, RW atau kecamatan dan sebagainya. Namun ada satu kegiatan yang langsung diberikan apresiasi oleh pemimpin tertinggi misalnya oleh presiden. Nah puasa itu jenisnya seperti itu," kata Ustaz Muhammad Husnil dalam Kajian Kitab Puasa "Asrar ash sahum dan maqasidh ash shaum" karya Imam Al-Ghazali, Senin (4/4/2022).
Baca Juga:Lupa Niat, Puasa Tetap Sah?
Dalam sebuah hadis qudsi Nabi Muhammad SAW menyampaikan, "semua kebaikan pahalanya sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat kecuali puasa. Karena puasa itu milik-Ku dan Aku yang akan memberikan pahala puasa itu langsung kepada hamba-Ku," (HR Bukhari Muslim).
Baca Juga:Golongan Merugi di Bulan Ramadhan, Hanya Dapat Lapar dan Haus
Direktur Eksekutif Santri Bergerak, Ustaz Muhammad Husnil menjelaskan keistimewaan yang didapatkan saat puasa. Salah satunya yaitu apresiasi diberikan langsung oleh Allah SWT terhadap orang yang berpuasa.
"Perumpamaannya, dalam struktur organisasi, ada apresiasi yang diberikan tingkat RT, RW atau kecamatan dan sebagainya. Namun ada satu kegiatan yang langsung diberikan apresiasi oleh pemimpin tertinggi misalnya oleh presiden. Nah puasa itu jenisnya seperti itu," kata Ustaz Muhammad Husnil dalam Kajian Kitab Puasa "Asrar ash sahum dan maqasidh ash shaum" karya Imam Al-Ghazali, Senin (4/4/2022).
Baca Juga:Lupa Niat, Puasa Tetap Sah?