Kang Emil: Dakwah Tertinggi dalam Islam Lewat Kekuasaan
Jaja Suhana
Rabu, 06 April 2022 - 18:35 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di acara ICMI. (Foto: Humas Pemprov Jabar)
Kepemimpinan yang baik merupakan suatu hal yang penting dalam membangun peradaban Islam. Pemimpin-pemimpin yang baik dan dapat memperjuangkan nilai-nilai Islam tentu dapat membawa perubahan negara ke arah lebih baik.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan dakwah tertinggi dalam Islam yakni melalui kekuasaan. Maka setiap muslim yang mampu harus berusaha mendapatkan kekuasaan dengan niat melakukan dakwah dan ibadah.
Baca Juga:Emil: Standar Adil dalam Kepemimpinan adalah Syariat
"Saya tidak pernah punya niat jadi gubernur atau walikota, saya arsitek tapi takdir dari Allah SWT berkata lain. Jadi sekarang saya menikmati peran menjadi seorang pemimpin," ujar Ridwan Kamil dalam Kultum Teraweh Masjid Universitas Gadjah Mada dikutip dari Youtube Masjid Kampus UGM,Rabu (6/4/2022).
Pria yang akrab disapa Kang Emil itu menjelaskan tiga dasar kepemimpinan Islam yang dia pegang teguh. Pertama, meniatkan kepemimpinan sebagai ibadah. "Wama khalaqtul jinna wal insa illa liya'budun, tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku," (QS Adz-Dzariat: 56).
"Oleh karena itu jadi mahasiswa niatkan ibadah, jadi dosen niatkan ibadah, jadi takmir masjid niatkan ibadah, jadi apapun niatkan ibadah. Mau dibuli mau dipuji tidak jadi tujuan. Karena jadi pemimpin itu pasti jadi sorotan," lanjutnya.
Kedua, meyakini bahwa kepemimpinan itu atas rida dari Allah. "Allah yang berkehendak saya jadi pemimpin namun Allah juga berkehendak mencabut kepemimpinan saya suatu saat nanti," ujar Kang Emil.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan dakwah tertinggi dalam Islam yakni melalui kekuasaan. Maka setiap muslim yang mampu harus berusaha mendapatkan kekuasaan dengan niat melakukan dakwah dan ibadah.
Baca Juga:Emil: Standar Adil dalam Kepemimpinan adalah Syariat
"Saya tidak pernah punya niat jadi gubernur atau walikota, saya arsitek tapi takdir dari Allah SWT berkata lain. Jadi sekarang saya menikmati peran menjadi seorang pemimpin," ujar Ridwan Kamil dalam Kultum Teraweh Masjid Universitas Gadjah Mada dikutip dari Youtube Masjid Kampus UGM,Rabu (6/4/2022).
Pria yang akrab disapa Kang Emil itu menjelaskan tiga dasar kepemimpinan Islam yang dia pegang teguh. Pertama, meniatkan kepemimpinan sebagai ibadah. "Wama khalaqtul jinna wal insa illa liya'budun, tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku," (QS Adz-Dzariat: 56).
"Oleh karena itu jadi mahasiswa niatkan ibadah, jadi dosen niatkan ibadah, jadi takmir masjid niatkan ibadah, jadi apapun niatkan ibadah. Mau dibuli mau dipuji tidak jadi tujuan. Karena jadi pemimpin itu pasti jadi sorotan," lanjutnya.
Kedua, meyakini bahwa kepemimpinan itu atas rida dari Allah. "Allah yang berkehendak saya jadi pemimpin namun Allah juga berkehendak mencabut kepemimpinan saya suatu saat nanti," ujar Kang Emil.