Bolehkah Shalat Tahajud setelah Witir Saat Ramadhan?
Muhajirin
Kamis, 07 April 2022 - 00:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Shalat witir merupakan shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari, di antara waktu Isya dan shalat Subuh. Jumlah rakaatnya ganjil. Shalat dilakukan setelah shalat lain seperti tarawih dan tahajud.
Namun, timbul pertanyaan, apakah boleh shalat tahajud setelah shalat witir? Bagaimana ketentuan dan aturan shalat tahajud setelah shalat witir? Pertanyaan itu kerap terpikirkan, sebab Rasulullah SAW bersabda:
“Jadikanlah witir sebagai penutup shalat malammu." Ali bin Abi Thalib berkata, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, “tidak ada 2 witir dalam satu malam."
Baca juga: Shaum Ramadhan Angkat Derajat Mukmin Jadi Muttaqin
Di luar ramadhan, mengerjakan witir cenderung tidak menimbulkan pertanyaan, karena shalat itu dilakukan setelah tahajud. Tapi pada saat Ramadhan, ada shalat tarawih yang umumnya dikerjakan setelah shalat Isya.
Terkait hal ini, ada satu hadits Rasulullah yang menyebutkan, “Barangsiapa yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, hendaklah ia melakukan witir di awal malam. Dan siapa yang berharap mampu bangun di akhir malam, hendaklah ia witir di akhir malam, karena shalat di akhir malam disaksikan oleh para malaikat dan hal itu adalah lebih afdhal (utama).” (HR Muslim)
Ustadz Abdul Somad (UAS) menjelaskan, berdasarkan riwayat tersebut, shalat tahajud usai mengerjakan shalat witir boleh saja dilakukan. Ini berdasar dari perintah untuk menjadikan shalat witir sebagai penutup malam hanya sebatas anjuran, bukan kewajiban.
Namun, timbul pertanyaan, apakah boleh shalat tahajud setelah shalat witir? Bagaimana ketentuan dan aturan shalat tahajud setelah shalat witir? Pertanyaan itu kerap terpikirkan, sebab Rasulullah SAW bersabda:
“Jadikanlah witir sebagai penutup shalat malammu." Ali bin Abi Thalib berkata, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, “tidak ada 2 witir dalam satu malam."
Baca juga: Shaum Ramadhan Angkat Derajat Mukmin Jadi Muttaqin
Di luar ramadhan, mengerjakan witir cenderung tidak menimbulkan pertanyaan, karena shalat itu dilakukan setelah tahajud. Tapi pada saat Ramadhan, ada shalat tarawih yang umumnya dikerjakan setelah shalat Isya.
Terkait hal ini, ada satu hadits Rasulullah yang menyebutkan, “Barangsiapa yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, hendaklah ia melakukan witir di awal malam. Dan siapa yang berharap mampu bangun di akhir malam, hendaklah ia witir di akhir malam, karena shalat di akhir malam disaksikan oleh para malaikat dan hal itu adalah lebih afdhal (utama).” (HR Muslim)
Ustadz Abdul Somad (UAS) menjelaskan, berdasarkan riwayat tersebut, shalat tahajud usai mengerjakan shalat witir boleh saja dilakukan. Ini berdasar dari perintah untuk menjadikan shalat witir sebagai penutup malam hanya sebatas anjuran, bukan kewajiban.