Ramadhan di Seluruh Dunia
Melatih Kesabaran Berpuasa 16-20 Jam di Swedia
Muhajirin
Kamis, 07 April 2022 - 20:00 WIB
Mushonnifun Faiz di Swedia (foto: dokumentasi pribadi)
Berpuasa di belahan bumi utara jauh lebih panjang dan melatih kesabaran. Di Swedia, umat Islam bisa berpuasa 16 jam sampai 20 jam per hari. Kondisi itu bisa terjadi jika Ramadhan jatuh pada musim panas.
Hari ini misalnya, Kamis, 7 April 2022, waktu Subuh di Swedia jatuh pada pukul 03.48 dan waktu maghrib pada pukul 19.47. Itu artinya umat Islam di sana berpuasa kurang lebih 15 jam. Namun, semakin hari durasi siang kian panjang. Pada 30 Ramadhan nanti, waktu subuh jatuh pada 02.47 dan Maghrib pada 20.42.
Info di atas berdasarkan penuturan Mushonnifun Faiz Sugihartanto, Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang pernah mengambil S2 Logistics and Supply Chain Management di Lund University, Swedia.
“Makin hari makin panjang, jadi deviasi waktu di Swedia itu sangat terasa, terutama deviasi waktu shalat. Ramadhan di Swedia memang cukup menantang, karena berpuasa bisa sampai 20 jam. Bahkan teman-teman yang tinggal di Swedia Utara itu bisa mencapai 21 jam-22 jam,” kata Faiz kepada LANGIT7.ID, Kamis (7/4/2022).
Kendati begitu, cuaca di Swedia seolah menjadi berkah bagi umat Islam di sana. Meski durasi puasa sangat panjang, cuaca tidak terlalu panas, sehingga tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan keadaan.
“Awalnya mungkin berat, tapi lama-lama terbiasa. Karena memang suasana di sana tidak terlalu panas. Daerah Swedia tidak panas. saya selama puasa tidak merasa haus,” kata Faiz.
Menciptakan Suasana Ramadhan di Daerah Minoritas
Hari ini misalnya, Kamis, 7 April 2022, waktu Subuh di Swedia jatuh pada pukul 03.48 dan waktu maghrib pada pukul 19.47. Itu artinya umat Islam di sana berpuasa kurang lebih 15 jam. Namun, semakin hari durasi siang kian panjang. Pada 30 Ramadhan nanti, waktu subuh jatuh pada 02.47 dan Maghrib pada 20.42.
Info di atas berdasarkan penuturan Mushonnifun Faiz Sugihartanto, Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang pernah mengambil S2 Logistics and Supply Chain Management di Lund University, Swedia.
“Makin hari makin panjang, jadi deviasi waktu di Swedia itu sangat terasa, terutama deviasi waktu shalat. Ramadhan di Swedia memang cukup menantang, karena berpuasa bisa sampai 20 jam. Bahkan teman-teman yang tinggal di Swedia Utara itu bisa mencapai 21 jam-22 jam,” kata Faiz kepada LANGIT7.ID, Kamis (7/4/2022).
Kendati begitu, cuaca di Swedia seolah menjadi berkah bagi umat Islam di sana. Meski durasi puasa sangat panjang, cuaca tidak terlalu panas, sehingga tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan keadaan.
“Awalnya mungkin berat, tapi lama-lama terbiasa. Karena memang suasana di sana tidak terlalu panas. Daerah Swedia tidak panas. saya selama puasa tidak merasa haus,” kata Faiz.
Menciptakan Suasana Ramadhan di Daerah Minoritas