Ramadhan di Seluruh Dunia
Ramadhan di Jerman: Tanpa Adzan dan Sulit Mencari Makanan Halal
Muhajirin
Jum'at, 08 April 2022 - 16:00 WIB
Shalat Tarawih yang Digelar Komunitas Muslim Indonesia di Jerman (Dok Pribadi)
Menjalankan ibadah puasa Ramadhan di negeri orang memang membawa banyak tantangan. Terlebih, karena iklim dan budaya yang berbeda.
Hal tersebut dirasakan Ilham Akhsanu Ridlo, Mahasiswa S3 Ludwig Maximilian University of Munich. Ilham sudah 7 bulan di Munich, Jerman. Tahun ini merupakan puasa perdananya di luar Negeri.
Dia merasakan banyak perbedaan dan tantangan ketika menahan lapar dan haus di Jerman. Misal, Ramadhan tahun yang jatuh pada musim semi. Umat Islam bisa menjalani ibadah puasa 14 sampai 15 jam tiap hari. Durasi itu berbeda lagi jika musim panas, yang bisa sampai 18-19 jam.
Perbedaan durasi membuat Ilham harus melakukan penyesuaian. Terlebih, dia selama bertahun-tahun puasa 12 jam di Indonesia. Berpuasa dengan durasi di luar negeri itu sedikit membuatnya kaget.
Baca juga: Melatih Kesabaran Berpuasa 16-20 Jam di Swedia
“Musim semi ini kan waktu siangnya lebih panjang. Dzuhur ke Ashar lebih panjang, dari Ashar ke Maghrib juga panjang. itu aja si penyesuaian, kadang-kadang kagok. Buka puasanya 19.54. Tarawih juga hampir 21.30,” kata Ilham kepada LANGIT7.ID, Jumat (8/4/2022).
Selain itu, semarak Ramadhan di Jerman tak semeriah di Indonesia. Suara adzan saja tidak terdengar. Itu berkaitan dengan regulasi Munich yang tidak mengizinkan adzan menggunakan pengeras suara.
Hal tersebut dirasakan Ilham Akhsanu Ridlo, Mahasiswa S3 Ludwig Maximilian University of Munich. Ilham sudah 7 bulan di Munich, Jerman. Tahun ini merupakan puasa perdananya di luar Negeri.
Dia merasakan banyak perbedaan dan tantangan ketika menahan lapar dan haus di Jerman. Misal, Ramadhan tahun yang jatuh pada musim semi. Umat Islam bisa menjalani ibadah puasa 14 sampai 15 jam tiap hari. Durasi itu berbeda lagi jika musim panas, yang bisa sampai 18-19 jam.
Perbedaan durasi membuat Ilham harus melakukan penyesuaian. Terlebih, dia selama bertahun-tahun puasa 12 jam di Indonesia. Berpuasa dengan durasi di luar negeri itu sedikit membuatnya kaget.
Baca juga: Melatih Kesabaran Berpuasa 16-20 Jam di Swedia
“Musim semi ini kan waktu siangnya lebih panjang. Dzuhur ke Ashar lebih panjang, dari Ashar ke Maghrib juga panjang. itu aja si penyesuaian, kadang-kadang kagok. Buka puasanya 19.54. Tarawih juga hampir 21.30,” kata Ilham kepada LANGIT7.ID, Jumat (8/4/2022).
Selain itu, semarak Ramadhan di Jerman tak semeriah di Indonesia. Suara adzan saja tidak terdengar. Itu berkaitan dengan regulasi Munich yang tidak mengizinkan adzan menggunakan pengeras suara.