Pemerintah Diminta Rutin Awasi Peredaran Mamin Selama Ramadan
Fajar adhitya
Ahad, 10 April 2022 - 06:30 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani meminta pemerintah lebih intens mengawasi peredaran makanan dan minuman selama Ramadhan. Pemerintah harus lebih intensif melakukan pengawasan peredaran makanan dan minuman sampai ke pasar tradisional di daerah-daerah.
“Masyarakat Indonesia cenderung lebih konsumtif saat bulan Ramadhan. Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan berlipat,” ujarnya, dikutip Ahad (8/4/2022).
Sidak harus dilakukan di pusat-pusat penjaja makanan, baik di kota maupun di daerah. Pastikan makanan takjil dan makanan siap saji yang beredar di pasaran bebas dari bahan-bahan berbahaya.
Baca Juga:MUI Minta Pemerintah Stabilkan Lonjakan Harga Sembako
Menurut Netty, memastikan keamanan pangan adalah tugas pemerintah guna menjamin keselamatan rakyat. Tingginya peredaran makanan dan minuman yang mengandung zat-zat berbahaya karena masih ada pembelinya.
“Masih banyak masyarakat yang tidak paham dan tidak bisa mengenali makanan yang mengandung zat bahaya tersebut,” katanya.
Baca Juga:Direktur IDEAS: Ramadhan Bulan Berbagi, Bukan Menaikkan Konsumsi
“Masyarakat Indonesia cenderung lebih konsumtif saat bulan Ramadhan. Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan berlipat,” ujarnya, dikutip Ahad (8/4/2022).
Sidak harus dilakukan di pusat-pusat penjaja makanan, baik di kota maupun di daerah. Pastikan makanan takjil dan makanan siap saji yang beredar di pasaran bebas dari bahan-bahan berbahaya.
Baca Juga:MUI Minta Pemerintah Stabilkan Lonjakan Harga Sembako
Menurut Netty, memastikan keamanan pangan adalah tugas pemerintah guna menjamin keselamatan rakyat. Tingginya peredaran makanan dan minuman yang mengandung zat-zat berbahaya karena masih ada pembelinya.
“Masih banyak masyarakat yang tidak paham dan tidak bisa mengenali makanan yang mengandung zat bahaya tersebut,” katanya.
Baca Juga:Direktur IDEAS: Ramadhan Bulan Berbagi, Bukan Menaikkan Konsumsi