LANGIT7.ID, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani meminta pemerintah lebih intens mengawasi peredaran makanan dan minuman selama Ramadhan. Pemerintah harus lebih intensif melakukan pengawasan peredaran makanan dan minuman sampai ke pasar tradisional di daerah-daerah.
“Masyarakat Indonesia cenderung lebih konsumtif saat bulan Ramadhan. Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan berlipat,” ujarnya, dikutip Ahad (8/4/2022).
Sidak harus dilakukan di pusat-pusat penjaja makanan, baik di kota maupun di daerah. Pastikan makanan takjil dan makanan siap saji yang beredar di pasaran bebas dari bahan-bahan berbahaya.
Baca Juga: MUI Minta Pemerintah Stabilkan Lonjakan Harga SembakoMenurut Netty, memastikan keamanan pangan adalah tugas pemerintah guna menjamin keselamatan rakyat. Tingginya peredaran makanan dan minuman yang mengandung zat-zat berbahaya karena masih ada pembelinya.
“Masih banyak masyarakat yang tidak paham dan tidak bisa mengenali makanan yang mengandung zat bahaya tersebut,” katanya.
Baca Juga: Direktur IDEAS: Ramadhan Bulan Berbagi, Bukan Menaikkan KonsumsiOleh karena itu, kata Netty, pemerintah harus sering melakukan edukasi dan sosialisasi tentang pangan layak konsumsi pada masyarakat dengan cara-cara yang sederhana, tanpa harus uji laboratorium. Kasus keracunan makanan yang kerap terjadi, kata Netty, salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan dan ketelitian konsumen terkait makanan sehat dan aman.
"Masyarakat yang teredukasi tentang pangan aman dan sehat dapat mengenali adanya bahan berbahaya melalui warna, bau, maupun kekenyalan makanan. Tentu juga dengan memerhatikan kemasan, label, izin edar, dan masa kedaluwarsanya,” ujarnya.
Baca Juga: Kuliah Ahad Pagi: Tiga Kebahagiaan Utama di Bulan Ramadhan(zhd)