Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Direktur IDEAS: Ramadhan Bulan Berbagi, Bukan Menaikkan Konsumsi

Muhajirin Kamis, 07 April 2022 - 01:00 WIB
Direktur IDEAS: Ramadhan Bulan Berbagi, Bukan Menaikkan Konsumsi
Ilustrasi (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Direktur Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS), Yusuf Wibisono, menjelaskan, kenaikan konsumsi masyarakat muslim pada bulan Ramadhan merupakan anomali. Hal tersebut dikarenakan Ramadhan merupakan bulan berbagi antarsesama.

Continuum Data Indonesia mencatatkan indeks konsumsi masyarakat pada periode Ramadhan 2021 mengalami peningkatan sebesar 17 persen. Riset itu dikumpulkan dari 1,2 juta pembicaraan dari 934.671 akun media sosial, pada periode 1 April hingga 25 April 2021.

Baca juga: Kemiskinan Turun Namun Pengangguran Bertambah Menjadi 9,1 Juta

Tren belanja yang meningkat saat Ramadhan juga tercermin dalam Survei Penjualan Eceran yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI). Pada Mei 2019, hasil survei BI menunjukkan adanya peningkatan Indeks Penjualan Riil (IPR) sebesar 8,9%.

Pada bulan yang bertepatan dengan bulan Ramadan ini ada peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini ditopang oleh penjualan subkelompok sandang, kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok suku cadang dan aksesori.

Gairah konsumsi masyarakat juga tercermin dari laju inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi Mei 2019 lalu sebesar 0,68%. Angka ini melonjak dibandingkan April 2019 yang sebesar 0,44%.

Menurut Yusuf, fenomena kenaikan konsumsi masyarakat, terutama umat muslim di bulan Ramadhan, sesungguhnya adalah anomali. Dengan puasa, konsumsi seharusnya turun, terutama bahan kebutuhan pokok.

“Di saat yang sama, anjuran menyantuni dan memberi makan orang miskin yang berpuasa, sangat didorong,” kata Yusuf kepada LANGIT7.ID, Rabu (6/4/2022).

Baca juga: IDEAS: Prospek Penanggulangan Kemiskinan 2022 Penuh Tantangan

Ramadhan seharusnya membuat konsumsi orang kaya turun, sedangkan konsumsi orang miskin naik. Itu harapan sebagai hasil akhir Ramadhan di bidang ekonomi.

“Dengan kata lain, yang diinginkan oleh puasa Ramadhan adalah pemerataan konsumsi, tanpa ada lonjakan permintaan barang. Distribusi konsumsi yang lebih merata akan menekan masalah-masalah sosial seperti kelaparan ekstrem, gizi buruk, dan stunting,” tutur Yusuf.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)