Kebut Vaksinasi, Pemerintah Optimalkan Pesantren dan Majelis Taklim
Fajar adhitya
Jum'at, 30 Juli 2021 - 02:05 WIB
Ilustrasi vakisnasi massal di Pondok Pesantren Darunnajah Ulu Jami, Jakarta. Foto: Almas Khalishah/Darunnajah
Kementerian Agama (Kemanag) berupaya mempercepat ketercapaian vaksinasi Covid-19 dengan mengoptimalkan fungsi rumah ibadah, pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan lain. Memberdayakan majelis taklim pun bakal dimaksimalkan sebagai pusat edukasi kesehatan.
Pemerintah merilis capaian vaksinasi sejauh ini 21,96 persen dosis pertama dan 9,17 persen dosis keduadari total sasaran sebanyak 208.265.720 orang. "Kemenag tengah berupaya proaktif, berharap rumah ibadah, pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya bisa dioptimalkan dalam percepatan ini,"kata Wakil Menteri Agama (Wamaneg) Zainut Tauhid dalam keterangan persnya, Kamis (29/7/2021).
Wamenag mengatakan, pesantren akan memegang peran strategis percepatan vaksinasi, mengingat banyaknya jumlah santri. "Ribuan bahkan mungkin jutaan santri, usianya di atas 12 tahun," ungkapnya.
Zainut menambahkan, edukasi akan pentingnya vaksin perlu digencarkan untuk menguatkan kekebalan kelompok. Dia meminta penyuluh dan pemuka agama turut mengambil peran tersebut.
"Sebaran Covid-19 masih tinggi. Perlu edukasi publik secara intensif oleh semua pihak, tidak terkecuali penyuluh agama, utamanya terkait vaksinasi dan protokol kesehatan," ujarnya.
"Rata-rata penyuluh agama Islam mempunyai hubungan baik dengan tokoh agama dan masyarakat. Mereka juga memiliki binaan majelis taklim, bahkan ada yang sampai empat atau lima majelis taklim. Ini bisa dioptimalkan dalam proses edukasi," ujarnya.
Pemerintah merilis capaian vaksinasi sejauh ini 21,96 persen dosis pertama dan 9,17 persen dosis keduadari total sasaran sebanyak 208.265.720 orang. "Kemenag tengah berupaya proaktif, berharap rumah ibadah, pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya bisa dioptimalkan dalam percepatan ini,"kata Wakil Menteri Agama (Wamaneg) Zainut Tauhid dalam keterangan persnya, Kamis (29/7/2021).
Wamenag mengatakan, pesantren akan memegang peran strategis percepatan vaksinasi, mengingat banyaknya jumlah santri. "Ribuan bahkan mungkin jutaan santri, usianya di atas 12 tahun," ungkapnya.
Zainut menambahkan, edukasi akan pentingnya vaksin perlu digencarkan untuk menguatkan kekebalan kelompok. Dia meminta penyuluh dan pemuka agama turut mengambil peran tersebut.
"Sebaran Covid-19 masih tinggi. Perlu edukasi publik secara intensif oleh semua pihak, tidak terkecuali penyuluh agama, utamanya terkait vaksinasi dan protokol kesehatan," ujarnya.
"Rata-rata penyuluh agama Islam mempunyai hubungan baik dengan tokoh agama dan masyarakat. Mereka juga memiliki binaan majelis taklim, bahkan ada yang sampai empat atau lima majelis taklim. Ini bisa dioptimalkan dalam proses edukasi," ujarnya.
(asf)