Start Up Jebolan Pertamuda Masuk Daftar Forbes Under 30
Mahmuda attar hussein
Ahad, 10 April 2022 - 18:25 WIB
Startup jebolan Pertamuda, Chickin Indonesia masuk Forbes Under 30. (Foto: Istimewa).
Setelah berhasil menjadi jawara Pertamuda (Pertamina Muda) Seed and Scale 2021, kini Chickin Indonesia menjadi Enterpreneur 30 under 30 dari majalah Forbes di kategori Tech Enterprise.
Chickin Indonesia merupakan startup jebolan Pertamuda Seed and Scale 2021 sebuah program kompetisi ide bisnis bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri yang diadakan oleh PT Pertamina (Persero) tahun 2021 lalu.
Chickin mengembangkan aplikasi Smart Farm Micro Climate Controllersebagai solusi untuk peternakan ayam agar lebih produktif dan efisien.
Baca Juga:Turun ke Desa Bantu Peternak, Begini Perjalanan Chickin Jadi Juara Kompetisi Ide Bisnis Pertamuda 2022
Chickin Indonesia, dinilai Forbes sebagai startup teknologi unggas pertama di Asia Tenggara, dan telah berdampak pada peningkatan pendapatan bagi ratusan peternak unggas.
Chickin diketahui telah bermitra di beberapa perusahaan di Jawa Tengah seperti Japfa, Charun Pokphand, CJ group, dan 14 rumah potong hewan lainnya.
Adalah Ashab Alkahfi dan Tubagus Syailendra alumnus Universitas Brawijaya sebagai Founder Chickin Indonesia. Kedua anak muda ini lolos masuk menjadi TOP 3 bersama 2 team lainnya, mengungguli 50 tim dari 23 universitas dengan mengusung ide bisnis aplikasi Smart FarmMicro Climate Controller sebagai solusi untuk peternakan ayam agar lebih produktif dan efisien.
Chickin Indonesia merupakan startup jebolan Pertamuda Seed and Scale 2021 sebuah program kompetisi ide bisnis bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri yang diadakan oleh PT Pertamina (Persero) tahun 2021 lalu.
Chickin mengembangkan aplikasi Smart Farm Micro Climate Controllersebagai solusi untuk peternakan ayam agar lebih produktif dan efisien.
Baca Juga:Turun ke Desa Bantu Peternak, Begini Perjalanan Chickin Jadi Juara Kompetisi Ide Bisnis Pertamuda 2022
Chickin Indonesia, dinilai Forbes sebagai startup teknologi unggas pertama di Asia Tenggara, dan telah berdampak pada peningkatan pendapatan bagi ratusan peternak unggas.
Chickin diketahui telah bermitra di beberapa perusahaan di Jawa Tengah seperti Japfa, Charun Pokphand, CJ group, dan 14 rumah potong hewan lainnya.
Adalah Ashab Alkahfi dan Tubagus Syailendra alumnus Universitas Brawijaya sebagai Founder Chickin Indonesia. Kedua anak muda ini lolos masuk menjadi TOP 3 bersama 2 team lainnya, mengungguli 50 tim dari 23 universitas dengan mengusung ide bisnis aplikasi Smart FarmMicro Climate Controller sebagai solusi untuk peternakan ayam agar lebih produktif dan efisien.