home edukasi & pesantren

Hampir 2 Tahun Sekolah Daring akibat Pandemi, Hybrid Learning Bisa Jadi Solusi

Jum'at, 30 Juli 2021 - 12:10 WIB
ilustrasi belajar daring (foto: langit7.id/istock)
Metode hybrid learning bisa menjadi salah satu solusi pembelajaran pada pandemi Covid-19. Hybrid learning merupakan pengkombinasian metode pembelajaran berbasis e-learning dengan metode pembelajaran tatap muka atau metode konvensional. Artinya, semua materi yang diajarkan di sekolah bisa diakses di rumah memanfaat jaringan internet.

Praktisi Teknologi Pendidikan Billy Fariman menilai penerapan hybrid learning pada era pandemi sudah menjadi keharusan. Sudah setahun lebih peserta didik belajar dari rumah via daring. Terlebih lagi, ada banyak model dalam hybrid learning yang bisa diterapkan maupun dikombinasikan mengikuti kondisi sekolah di daerah masing-masing.

“Metode Hybrid Learning ini bisa menjadi jalan keluar, asal sesuai dengan kondisi sekolahnya. Kita sama-sama ketahui bahwa kekurangan metode ini adalah perlu koneksi internet, perlu infrastruktur yang memang mengandalkan koneksi internet dan sistem online. Tapi, metode ini adalah salah satu opsi yang memang jadi jalan keluar,” kata Billy dalam webinar ‘Strategi Efektif Hybrid Learning’ yang disiarkan akun Youtube Quipper Indonesia, dikutip Jumat (30/7/2021).

Menurut Billy, menerapkan hybrid learning dalam sistem pendidikan Indonesia membutuhkan peran semua ekosistem pendidikan. Ekosistem pendidikan itu dibagi menjadi dua kelompok besar yakni kelompok makro dan kelompok mikro.

Kelompok makro adalah mereka yang berperan dalam arah kebijakan pendidikan, berperan dalam budaya sekolah, dan arah pendidikan. Aktor utama tentu pihak Kemendikbud-Ristek, Dinas Pendidikan di wilayah masing-masing, yayasan atau pemimpin sekolah, dan tenaga kependidikan. Mereka berperan untuk mengeluarkan kebijakan dalam dunia pendidikan seperti menerapkan metode hybrid learning untuk membantu para guru dan siswa.

“Saya rasa sekarang sudah ada, seperti pelonggaran target kurikulum, lalu ada fleksibilitas lokasi pembelajaran,” kata Billy.

Sementara kelompok mikro adalah mereka yang terjun langsung ke ruang pembelajaran, baik di kelas maupun ruang daring. Aktor dari kelompok ini adalah para guru, siswa, dan orang tua.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sekolah belajar daring belajar di rumah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya