Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Hampir 2 Tahun Sekolah Daring akibat Pandemi, Hybrid Learning Bisa Jadi Solusi

Muhajirin Jum'at, 30 Juli 2021 - 12:10 WIB
Hampir 2 Tahun Sekolah Daring akibat Pandemi, Hybrid Learning Bisa Jadi Solusi
ilustrasi belajar daring (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Metode hybrid learning bisa menjadi salah satu solusi pembelajaran pada pandemi Covid-19. Hybrid learning merupakan pengkombinasian metode pembelajaran berbasis e-learning dengan metode pembelajaran tatap muka atau metode konvensional. Artinya, semua materi yang diajarkan di sekolah bisa diakses di rumah memanfaat jaringan internet.

Praktisi Teknologi Pendidikan Billy Fariman menilai penerapan hybrid learning pada era pandemi sudah menjadi keharusan. Sudah setahun lebih peserta didik belajar dari rumah via daring. Terlebih lagi, ada banyak model dalam hybrid learning yang bisa diterapkan maupun dikombinasikan mengikuti kondisi sekolah di daerah masing-masing.

“Metode Hybrid Learning ini bisa menjadi jalan keluar, asal sesuai dengan kondisi sekolahnya. Kita sama-sama ketahui bahwa kekurangan metode ini adalah perlu koneksi internet, perlu infrastruktur yang memang mengandalkan koneksi internet dan sistem online. Tapi, metode ini adalah salah satu opsi yang memang jadi jalan keluar,” kata Billy dalam webinar ‘Strategi Efektif Hybrid Learning’ yang disiarkan akun Youtube Quipper Indonesia, dikutip Jumat (30/7/2021).

Menurut Billy, menerapkan hybrid learning dalam sistem pendidikan Indonesia membutuhkan peran semua ekosistem pendidikan. Ekosistem pendidikan itu dibagi menjadi dua kelompok besar yakni kelompok makro dan kelompok mikro.

Kelompok makro adalah mereka yang berperan dalam arah kebijakan pendidikan, berperan dalam budaya sekolah, dan arah pendidikan. Aktor utama tentu pihak Kemendikbud-Ristek, Dinas Pendidikan di wilayah masing-masing, yayasan atau pemimpin sekolah, dan tenaga kependidikan. Mereka berperan untuk mengeluarkan kebijakan dalam dunia pendidikan seperti menerapkan metode hybrid learning untuk membantu para guru dan siswa.

“Saya rasa sekarang sudah ada, seperti pelonggaran target kurikulum, lalu ada fleksibilitas lokasi pembelajaran,” kata Billy.

Sementara kelompok mikro adalah mereka yang terjun langsung ke ruang pembelajaran, baik di kelas maupun ruang daring. Aktor dari kelompok ini adalah para guru, siswa, dan orang tua.

“Orang orang ini punya peran juga, tapi perannya beda bersifat mikro. Mereka harus beradaptasi, kalau dulu memberi instruksi di ruang kelas, sekarang harus memberi instruksi di ruang online. Peran ini sangat membantu permasalahan keterbatasan ini,” kata Billy.

Lalu, apakah Edutech atau Bimbingan Belajar Online bisa membantu pemerataan Hybrid Learning?

Indonesia merupakan negara kepulauan. Secara fisik, sudah tentu butuh transportasi. Tapi secara hybrid atau pembelajaran online, tentu bimbingan belajar online akan sangat membantu.

“Karena memang kalau kita melihat metode hybrid learning itu sendiri memang bimbingan belajar online merupakan salah satu unsur di dalamnya. Bimbingan belajar online ini bisa dari sekolah formal maupun dari nonformal,” ucap dia.

Billy menjelaskan, kunci untuk mencari solusi pemerataan metode hybrid learning adalah kolaborasi semua ekosistem pendidikan. Pendidikan tak lagi dilihat dari kacamata kompetisi, tapi semua berkolaborasi menerapkan metode itu.

“Siapa tahu aplikasi dari sekolah A dan B jika digabungkan jauh lebih bisa mengcover permasalahan pendistribusian. Jadi, sangat bisa tapi menggunakan kolaborasi,” ucap dia.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)