LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan bahwa rencana penggunaan metode hybrid yang mengkombinasikan luring dan daring, memang sempat ada. Namun akhirnya dibatalkan karena ada alasan kuat yang menunjukkan bahwa sekolah daring atau online belum ada urgensinya saat ini. Apa itu?
"Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah
Kemendikdasmen,
Kemenag dan
Kemendiktisaintek. Ini prioritas. Ini utama," ujar Pratikno melalui keterangan tertulis, dikutip Kamis (26/3/2026).
Sesuai hasil koordinasi dengan
Mendikdasmen dan
Menag,
Menko PMK menyampaikan tentang pentingnya menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa.
"Di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul
learning loss. Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa. Demikian juga dengan layanan medis esensial tetap beroperasi secara sepenuhnya normal," tegas Pratikno.
Baca juga: Rencana Sekolah Online April 2026 Batal, Belajar Tatap Muka DiutamakanSebelumnya, dalam arahan internal kepada kedeputian kesehatan dan kedeputian pendidikan
Kemenko PMK pada 23 Maret 2026, Menko PMK menegaskan ulang arahan Presiden Prabowo pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Jumat (13/3) lalu, bahwa situasi krisis global justru harus dijadikan momentum untuk mendorong percepatan agenda transformasi nasional.
Mengutip langsung pernyataan Bapak Presiden, Pratikno menyampaikan, "… krisis justru mempercepat rencana transformasi kita. Akhirnya kita dipaksa akselerasi. Kita sudah mengerti masalahnya, dari dulu kita ingin swasembada pangan, swasembada energi. Kita sudah mengarah ke situ. Tapi sekarang akan mempercepat."
Selain swasembada pangan dan swasembada energi, Menko PMK juga menegaskan perhatian sangat besar Bapak Presiden terhadap peningkatan kualitas SDM Indonesia, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan.
Kemudian sebagai bagian dari transformasi pemerintahan, Menko PMK menginstruksikan untuk mempercepat transformasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, peningkatan kinerja birokrasi, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta efisiensi di segala bidang.
Baca juga: Pemerintah Berencana Terapkan Sekolah Online Mulai April 2026 sebagai Upaya Hemat EnergiLangkah efisisensi tersebut antara lain perjalanan dinas yang non-esensial harus dipangkas, optimalisasi pertemuan dan rapat secara daring, serta penerapan FWA (flexible working arrangement) secara terukur sebagai bagian dari transformasi kerja yang lebih efektif dan efisien.
"Pelayanan kepada masyarakat, peningkatan kualitas SDM, serta mendukung akselerasi pembangunan yang berkeadilan harus terus diperkuat dengan cara-cara yang lebih cerdas dan efisien," ujarnya.
(lsi)