LANGIT7.ID-, Jakarta - - Pemerintah berencana memberlakukan
sistem pembelajaran online atau
daring di sekolah mulai April 2026. Kebijakan ini merespons eskalasi
konflik global yang kian memanas sehingga diperlukan upaya efisiensi energi nasional, khususnya untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno dalam keterangan resminya mengatakan, langkah efisiensi harus disusun secara terukur dan berbasis data agar tidak mengganggu layanan publik, termasuk sektor pendidikan.
Rencana ini dibahas dalam rapat koordinasi lintas kementerian, sekaligus rencana penerapan skema kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) seperti yang pernah dilakukan semasa pandemi Covid beberapa tahun lalu.
"Langkah efisiensi ini harus disusun secara terukur dan berbasis data. Kita menggunakan pengalaman pengaturan mobilitas masa pandemi untuk menyelamatkan konsumsi energi nasional," tegas Pratikno.
Baca juga: Kementerian ESDM dan PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman Selama Mudik Idulfitri 2026Ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah menekan pasokan energi dunia, memaksa Indonesia mengambil langkah ekstrem demi menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM).
Efisiensi energi harus dilakukan sekarang sebelum dampak krisis meluas ke sektor ekonomi lainnya.
Skema Sekolah OnlinePratikno mengatakan, rencananya untuk pembelajaran daring tidak sepenuhnya dilakukan oleh siswa. Hla ini demi menjaga kualitas pendidikan.
"Untuk menjaga kualitas pendidikan kegiatan pembelajaran yang bersifat praktikum tetap diarahkan berlangsung secara tatap muka," ungkapnya.
Jadi penyesuaian metode daring hanya akan diterapkan pada materi pelajaran yang dinilai efektif disampaikan secara jarak jauh.
Selain itu, pemerintah juga sedang mengkaji opsi skema pembiayaan alternatif guna mendukung akses internet bagi siswa jika pembelajaran daring diterapkan secara luas demi memastikan tidak ada kendala teknis yang menghambat hak belajar anak sekolah di berbagai daerah.
Baca juga: Satu Hari Work from Home (WFH) Pemerintah Siapkan Efisiensi Anggaran Imbas Konflik Timur TengahKebijakan sekolah online maupun WFA akan dimulai April 2026, melalui beberapa strategi utama yang memengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari, di antaranya:
1. ASN kembali menjalankan sistem WFA untuk mengurangi mobilitas dan penggunaan kendaraan.
2. Sistem pembelajaran menerapkan kombinasi daring dan luring, dengan teori dilakukan secara online dan praktik tetap tatap muka.
3. Penguatan layanan publik berbasis digital agar tetap berjalan optimal.
4. Pembatasan perjalanan dinas, hanya untuk kepentingan mendesak.
5. Efisiensi penggunaan energi di gedung perkantoran pemerintah.
6. Pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah pendukung seperti optimalisasi platform digital dan pengurangan operasional kantor.
7. Penyesuaian metode belajar akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenjang pendidikan.
Dengan kebijakan tersebut, diperkirakan akan berdampak pada berbagai sektor, terutama transportasi dan pelaku usaha di sekitar sekolah serta perkantoran. Namun di sisi lain, pengeluaran masyarakat untuk transportasi berpotensi berkurang.
Pemerintah memastikan akan terus mengevaluasi kebijakan ini secara berkala agar keseimbangan antara penghematan energi dan kualitas layanan publik tetap terjaga.
Semnetara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah penghematan energi, termasuk dengan mengurangi mobilitas harian masyarakat.
(lsi)