LANGIT7.ID - , Jakarta -
Pondok Pesantren Balonggading, Jombang, Jawa Timur menerapkan metode belajar Alquran secara daring melalui "GOQUR'AN". Terobosan baru ini menjawab tuntutan zaman, di mana
pelajaran model virtual sudah menyatu dengan dunia pendidikan.
Direktur Utama Program "GOQUR'AN" Pesantren Balonggading, Kabupaten Jombang, K.H. Ikhsan Efendi mengatakan metode ini dipilih untuk terus mengembangkan belajar menulis dan
membaca Alquran.Metode daring atau virtual dipilih agar lebih menjangkau dan fleksibel bagi santri yang ingin belajar.
Baca juga: Rumah Tahfidz Darul A'Shom Bantu Tunarungu Baca Alquran"Ini tuntutan zaman, sebab zaman berubah setiap waktu. Pelajaran model virtual adalah tuntutan dan pesantren harus bisa menjawabnya," katanya.
Ikhsan menjelaskan, tim khusus baik
ustadz maupun tenaga IT sudah dibentuk dan ditugaskan untuk program ini. Para ustadz ilmunya juga bersanad atau tersambung dengan guru-guru, sehingga mempunyai ilmu yang jalurnya terverifikasi, bersertifikat.
Terhitung ada delapan ustadz, terdiri dari hafiz dan berbagai macam cabang ilmu lain, yang akan diperbantukan dalam program GOQUR'AN.
Dalam metode "GOQUR'AN" ini, santri bisa belajar lewat daring, namun ketika akan ujian harus datang ke pesantren.
Proses pembelajaran daring ini nantinya akan mengajarkan cara membaca dan menulis
Alquran. Kelas yang diambil bisa kelas umum, keluarga hingga privat.
Selain itu, program GOQUR'AN juga menawarkan metode Tartila atau cara belajar Alquran dengan pendekatan fungsi huruf atau pendekatan bunyi (at-thariqah al- shauthyyah), pembelajaran membaca huruf arab langsung bersyakal.
Baca juga: Kisah Pangeran Sultan, Muslim Pertama Khatam Alquran dan Shalat di Luar AngkasaNantinya, calon santri bisa memilih ustaz serta menentukan waktunya sendiri untuk belajar. Semua dilakukan secara daring yang bisa diikuti berbagai macam usia.
"Ada kolom pilihan nantinya. Santri bisa memilih kelas, ada yang kelas pagi, siang, sore, malam. Ustadz juga banyak, jadi santri bisa menentukan waktunya, jam pembelajaran," kata dia seperti dikutip dari Antaranews, Jumat (5/8/2022).
Ia menjelaskan, program ini dipilih dengan harapan bisa menjangkau hingga pelosok negeri termasuk
luar negeri. Peserta tetap bisa belajar Alquran, kendati dilakukan secara daring.
"Produk ini baru, semoga bisa sampai seluruh
Nusantara, bisa diakses siapa pun," tandas Ikhsan Efendi.
Baca juga: Musisi hingga Presenter, Ini Publik Figur yang Gemar Baca Alquran(est)