Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 26 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Belajar Lewat Internet, Sah dan Dianggap Murid?

Muhajirin Sabtu, 26 Februari 2022 - 18:21 WIB
Belajar Lewat Internet, Sah dan Dianggap Murid?
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Kemajuan teknologi memberikan kemudahan demi kemudahan dalam kehidupan umat manusia. Era ini memungkinkan seseorang yang dipisahkan oleh jarak bisa bertemu secara virtual.

Demikian pula dalam belajar. Dulu, sebelum era teknologi, seseorang harus mendatangi sebuah majelis ilmu untuk mendengarkan satu ilmu pengetahuan. Berbeda saat ini, dokumentasi kajian dalam majelis ilmu mudah ditemui melalui internet di berbagai platform media sosial.

Belajar virtual sudah lumrah dan sangat wajar era saat ini. Guru dan murid bisa bertatap muka secara virtual, meski hanya mengandalkan audio-visual tanpa pertemuan jasad. Lalu, dalam perspektif Islam, apakah belajar dengan cara demikian sudah dianggap murid?

Al-Habib Umar bin Hafizh menjelaskan, hubungan guru dan murid adalah persoalan hubungan hati yang menjadi penentu. Jika hati murid sudah terhubung dengan murid, maka internet hanya menjadi satu perantara di antara banyak perantara belajar.

Menurut Habib Umar, internet merupakan perantara sah yang menghubungkan antara guru dan murid. Segala hal pelajaran yang disampaikan guru, sudah bisa dikategorikan sebagai murid. Itu karena ia mengambil ilmu dari guru atas dasar kecintaan terhadap guru yang ada dalam hati.

“Sekadar cintanya di jalan Allah dan sekadar keyakinannya terhadap ajaran Allah yang disampaikan olehnya (guru), makna hubungan berguru dan talaqqi ada sekadar hal tersebut,” kata Habib Umar melalui kanal Serba-Serbi TV, Sabtu (26/2/2022).

Meski begitu, Habib Umar tidak memungkiri keberkahan dari pertemuan ruh dan jasad antara guru dan murid. Pertemuan itu merupakan perkara yang sangat mulia dan indah. Keberkahan itu hanya bisa didapatkan dalam pertemuan ruh dan jasad.

“Lalu, seorang yang jauh tidak dihalangi dari kebaikan sekadar niatnya yang kuat, dan keistimewaan tetap ada pada perjumpaan yang dimudahkan oleh Allah walaupun memang masalah mengambil ilmu bukanlah mutlak demikian,” kata Habib Umar.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 26 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)