LANGIT7.ID, Jakarta - Para siswa gugup saat duduk di kelas. Aktivitas sekolah tak seperti pada umumnya yang diiringi canda tawa dan saling melempar cerita ketika mulai belajar tatap muka.
Belasan siswa tampak tertunduk saat duduk di dalam kelas melihat ke satu titik di atas meja seraya menyiapkan buku dan alat tulis di atas meja.
Beberapa menyibukkan diri dengan duduk bersandar dan melihat ke arah kaki sendiri yang tak henti-henti bergerak seperti layaknya orang yang sedang gugup.
Entah kepada siapa mereka gugup. Padahal belum ada guru yang masuk. Kira-kira, itulah gambaran kelas 12 Akutansi 3 (AK3) di SMK 13, Pal Merah Jakarta Barat.
Pekan ini, kali pertama siswa di kelas itu kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Setelah sekian lama menimba ilmu dari layar kaca, kini mereka bisa kembali belajar tatap muka.
"Aku sih gembira tapi agak gugup. Kan ada guru yang baru dikenal," kata Sarah selaku salah satu siswa kelas 12 AK3.
Selain itu, siswa berusia 17 tahun itu mengaku belum memahami beberapa mata pelajaran. Sehingga merasa gugup untuk mengikuti pembelajaran tatap muka.
Namun demikian, Sarah memahami hal tersebut terjadi lantaran belum terbiasa melakukan pembelajaran tatap muka kembali. Seiring berjalannya waktu, dia yakin perasaan gugup tersebut akan hilang.
Senada dengan Sarah, Winda Safitri yang juga teman satu kelas Sarah juga merasakan kegugupan yang sama. Dia mengaku belum terbiasa PTM setelah hampir satu setengah tahun belajar via daring.
Bahkan dengan polosnya dia mengaku lebih bisa menikmati proses pembelajaran jarak jauh. "Lebih enak PJJ karena sebenernya gurunya gantian juga, enggak full satu hari," kata dia.
Walau demikian, Winda tetap menaruh harapan agar tetap terus menggelar PTM. Dia yakin cepat atau lambat, dirinya dan siswa yang lain akan kembali menikmati jualannya PTM.
Beda hal dengan Fathan Malik Ibrahim. Siswa yang duduk di kelas 12 ini justru antusias dengan PTM yang digelar pada Jumat ini.
Rasa senang bisa berkumpul dengan teman - teman menjadi alasan utama Fathan antusias dengan PTM. "Seneng sih, kangen juga sebener-nya, tapi ya begitulah," kata dia.
Diakui Fathan, karena PTM, dia jadi lebih sering belajar. Waktu yang dipakai pun tidak bisa sebebas dahulu kala masing menganut pembelajaran via daring.
Sejauh ini, pihak sekolah memastikan seluruh orang tua murid sudah menyetujui pelaksanaan PTM.
"99 persen sudah setuju. Kesadaran orang tua tinggi dan orang tua juga sudah menginginkan anaknya untuk belajar di sekolah," kata Wakil Kelapa Sekolah SMK 13 Subarno.
Sumber: Antaranews(bal)