LANGIT7.ID-Jika ada sekolah lanjutan atas atau SMA yang menerapkan sistem pendidikan nyentrik, SMA De Britto Yogyakarta menjadi salah satunya.
Sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan De Britto ini dikenal memberikan sejumlah kebijakan yang di luar pemikiran. Salah satunya, siswa boleh berambut gondrong.
Apa saja hal menarik dan unik lainnya dari sekolah ini? Berikut ulasan lengkapnya:
1. Konsep pendidikan bebas, siswa berani menyampaikan aspirasi SMA Kolese De Britto berada di bawah naungan Yayasan De Britto yang secara ex officio diketuai oleh romo Jesuit sebagai rektor kolese. Dilansir dari laman resmi SMA Kolese De Britto, ketika jabatan rektor dipegang oleh Romo J. Oei Tik Djoen, S.J. pada tahun 1973, di SMA Kolese De Britto dicanangkan pendidikan bebas.
Konsep pendidikan bebas ini merupakan jawaban terhadap keadaan masyarakat yang kurang bisa menerima pendapat yang berbeda dari pendapat umum, khususnya sekitar tahun 1960-1970. Masyarakat lebih mementingkan penampilan luar daripada motivasi dari dalam.
2. Siswa jadi tak ragu mengambil keputusan Dengan konsep pendidikan yang bebas, siswa jadi tidak ragu mengambil keputusan. Sehingga ketika anak diberi ruang, diberi kemerdekaan untuk menentukan banyak hal maka anak akan bertumbuh secara dewasa.
Siswa akan mengambil keputusan secara baik dan benar, tidak serampangan, bertanggungjawab hingga menggunakan suara hati, imajinasi dan lain sebagainya.
3. Seragam hanya di hari Senin Seragam sekolah hanya diwajibkan pada Senin. Selain hari Senin, siswa dibolehkan berpakaian bebas, dengan catatan harus sopan. Seperti mengenakan baju berkerah. Siswa boleh menggunakan sepatu sandal. Satu yang menarik dari aturan seragam, siswa SMA De Britto pun dibolehkan tidak memasukkan baju seragamnya.
4. Rambut gondrong Jika sekolah lain menerapkan aturan ketat soal rambut, tidak demikian dengan SMA De Britto. Sekolah ini membebaskan siswanya berambut panjang alias gondrong. Tak heran, jika banyak siswa SMA De Britto membiarkan rambutnya memanjang.
5. Mayoritas siswa laki-lakiSisi menarik lainnya dari sekolah ini adalah keseluruhan siswanya adalah laki-laki. Sekolah ini hendak membentuk siswa menjadi pemimpin yang humanis, melayani, berani berjuang bagi sesama, dan berwawasan kebangsaan, serta menghayati nilai-nilai luhur bangsa Indonesia
Lalu membantu siswa menjadi pribadi yang berkembang secara utuh, optimal, dan seimba, serta mengembangkan siswa menjadi pribadi yang jujur, disiplin, mandiri, kreatif, dan mau bekerja keras.(*)
(hbd)