Gita Savitri, Youtuber Kondang Temukan Hidayah di Jerman
Dwitisya Rizky Desindatika
Jum'at, 30 Juli 2021 - 14:30 WIB
Youtuber Gita Savitri Devi dan suaminya Paulus Partohap (foto: instagram/@gitasav)
Bagi Sobat Langit7 yang menyukai konten motivasi, traveling dan pendidikan di luar negeri di YouTube pasti tidak asing dengan kanal yang dibawakan Gita Savitri. Gita Savitri Devi atau populer dengan Gita Savitri, seorang YouTuber yang terkenal dengan pengalaman dan kisah hidupnya selama di Jerman.
Kesuksesannya membawakan konten-konten bermanfaat yang disukai anak muda membuatnya semakin dikenal luas tidak hanya sebagai YouTuber, tapi jugasocial media influencerdan penulis buku inspiratif.
Lulus SMA di tahun 2009 pada usia 17 tahun, Gita melanjutkan pendidikan sarjananya sebagai mahasiswa jurusan Kimia Murni di Jerman di tahun 2010. Padahal saat itu ia sudah diterima sebagai mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB).
Dalam buku Rentang Kisah yang ditulisnya, diceritakan kisah dibalik Gita berkuliah di Jerman. Kala itu Sang IbuberharapGita bisa kuliah di Jerman, tempat Ibu dan Ayahnya tinggal selama beberapa tahun.
Dilema pun dirasakan istri Paulus Andre Partohap ini. Dipusingkan antara memilih kampus idaman yang sudah ia perjuangkan atau kampus pilihan orangtua. Meski bisa saja mengabaikan saran orang tuanya, tapi dengan mantap akhirnya Gita memilih Jerman karena ia yakin ridhoAllah ada padaridho orang tua.
Tidak bisa langsung kuliah, ia harus menunggu setahun agar usianya genap 18 tahun, karena beberapa persyaratan administrasi, kemudian lanjut persiapan pembekalan, ia pun diterima di Freie Universitat Berlin Jerman pada tahun 2010.
"Untuk kali pertama aku belajar caranya ikhlas dan berprasangka baik atas jalan yang Allah kasih. Mungkin ini cara Dia untuk mendewasakan aku," tulis perempuan yang hobi bernyanyi dan bermusik ini.
Kesuksesannya membawakan konten-konten bermanfaat yang disukai anak muda membuatnya semakin dikenal luas tidak hanya sebagai YouTuber, tapi jugasocial media influencerdan penulis buku inspiratif.
Lulus SMA di tahun 2009 pada usia 17 tahun, Gita melanjutkan pendidikan sarjananya sebagai mahasiswa jurusan Kimia Murni di Jerman di tahun 2010. Padahal saat itu ia sudah diterima sebagai mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB).
Dalam buku Rentang Kisah yang ditulisnya, diceritakan kisah dibalik Gita berkuliah di Jerman. Kala itu Sang IbuberharapGita bisa kuliah di Jerman, tempat Ibu dan Ayahnya tinggal selama beberapa tahun.
Dilema pun dirasakan istri Paulus Andre Partohap ini. Dipusingkan antara memilih kampus idaman yang sudah ia perjuangkan atau kampus pilihan orangtua. Meski bisa saja mengabaikan saran orang tuanya, tapi dengan mantap akhirnya Gita memilih Jerman karena ia yakin ridhoAllah ada padaridho orang tua.
Tidak bisa langsung kuliah, ia harus menunggu setahun agar usianya genap 18 tahun, karena beberapa persyaratan administrasi, kemudian lanjut persiapan pembekalan, ia pun diterima di Freie Universitat Berlin Jerman pada tahun 2010.
"Untuk kali pertama aku belajar caranya ikhlas dan berprasangka baik atas jalan yang Allah kasih. Mungkin ini cara Dia untuk mendewasakan aku," tulis perempuan yang hobi bernyanyi dan bermusik ini.