LANGIT7.ID - Bagi Sobat Langit7 yang menyukai konten motivasi, traveling dan pendidikan di luar negeri di YouTube pasti tidak asing dengan kanal yang dibawakan Gita Savitri. Gita Savitri Devi atau populer dengan Gita Savitri, seorang YouTuber yang terkenal dengan pengalaman dan kisah hidupnya selama di Jerman.
Kesuksesannya membawakan konten-konten bermanfaat yang disukai anak muda membuatnya semakin dikenal luas tidak hanya sebagai YouTuber, tapi juga
social media influencer dan penulis buku inspiratif.
Lulus SMA di tahun 2009 pada usia 17 tahun, Gita melanjutkan pendidikan sarjananya sebagai mahasiswa jurusan Kimia Murni di Jerman di tahun 2010. Padahal saat itu ia sudah diterima sebagai mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB).
Dalam buku Rentang Kisah yang ditulisnya, diceritakan kisah dibalik Gita berkuliah di Jerman. Kala itu Sang Ibu berharap Gita bisa kuliah di Jerman, tempat Ibu dan Ayahnya tinggal selama beberapa tahun.
Dilema pun dirasakan istri Paulus Andre Partohap ini. Dipusingkan antara memilih kampus idaman yang sudah ia perjuangkan atau kampus pilihan orangtua. Meski bisa saja mengabaikan saran orang tuanya, tapi dengan mantap akhirnya Gita memilih Jerman karena ia yakin ridho Allah ada pada ridho orang tua.
Tidak bisa langsung kuliah, ia harus menunggu setahun agar usianya genap 18 tahun, karena beberapa persyaratan administrasi, kemudian lanjut persiapan pembekalan, ia pun diterima di Freie Universitat Berlin Jerman pada tahun 2010.
"Untuk kali pertama aku belajar caranya ikhlas dan berprasangka baik atas jalan yang Allah kasih. Mungkin ini cara Dia untuk mendewasakan aku," tulis perempuan yang hobi bernyanyi dan bermusik ini.
Menjalani kuliah di Jerman, awalnya Gita hanyalah mahasiswi biasa yang gemar membuat video di YouTube. Mencoba membuat konten sederhana meng-
cover lagu musisi-musisi ternama.
Karena memiliki visi kuat ingin memberikan alternatif tontonan yang bermanfaat bagi banyak orang, Gita pun memutuskan serius menekuni YouTube dengan menjadi
content creator. Di sela kesibukkan kuliahnya, muslimah kelahiran 27 Juli tahun 1992 ini mengisi kanal dengan variasi konten tentang hal yang dia suka sekaligus bermanfaat bagi yang menontonnya.
Kemampuan komunikasi yang menarik, menjadi daya tarik video Gita. Kita sebagai penonton dibuat seolah-olah sedang berdiskusi dengannya dan pesannya mudah dipahami. Setelah namanya dikenal luas, Gita juga pernah mendapat kesempatan menjadi host program Muslim Traveler di salah satu stasiun TV, di sana ia berkeliling dunia dan mengunjungi beberapa tempat wisata sejarah yang ramah bagi wisatawan muslim.
Berkat kontennya yang dinilai berkualitas dan berdampak positif kepada para penonton, Gita Savitri terpilih menjadi salah satu Duta
Creators for Change dalam program YouTube pada tahun 2018, setelah sebelumnya menjadi Rekan
Creators for Change tahun 2017. Program ini merupakan sebuah inisiatif global dari YouTube kepada para
content creators yang menggunakan platformnya untuk menyampaikan pesan positif kepada
subscriber-nya.
Tahun 2017 Gita lulus gelar sarjana di bidang kimia murni dan merilis buku 'Rentang Kisah' yang ditulisnya bersamaan saat merintis YouTube dan menyelesaikan kuliah. Buku yang berisi kisah-kisah menarik Gita selama proses jatuh bangun hidup di Jerman ini juga diangkat ke layar lebar di tahun 2020.
Menemukan Hidayah di JermanGita kini menetap di Jerman. Di negara federasi Eropa Barat ini pula Gita kian mendalami Islam. Ia memutuskan berhijab di tahun 2015 atau 5 tahun setelah hijrah ke Jerman.
Dalam kanal YouTubenya, ia menceritakan, selain sebuah fakta tentang kewajiban bagi muslim baik pria maupun wanita menutup aurat, hijab bagi muslimah menurutnya memberikan ketenangan hati dan identitas bagi dirinya yang merupakan minoritas di Jerman.
“Gue merasa setiap orang itu punya caranya sendiri untuk merasa dekat dengan Tuhannya,
that’s how hijab makes me feel. Lalu gue merasa
i’m a proud muslim,” tuturnya.
Gita melanjutkan S2 di kampus yang sama dengan program beasiswa. Ia selalu berpesan tentang pentingnya belajar, dan mempelajari hal yang disukai karena tidak ada ikhtiar yang akan sia-sia.
Gita fokus berkuliah dan menjalani hidup di Jerman hingga bertemu sang belahan jiwa, Paulus Partohap, mahasiswa Indonesia yang kuliah di Hamburg, Jerman. Awalnya, Gita dan Paul adalah pasangan berbeda agama. Dalam bukunya juga diceritakan kebimbangan Gita karena Paulus adalah seorang yang taat dengan agamanya. Ibunya pun terus mengingatkan tentang berpegang teguh pada keyakinan agar tidak goyah hanya karena laki-laki.
Gita berserah diri pada Allah SWT sampai mendapat jawaban dari keresahannya. Ia tak ingin memaksa orang yang dicintainya pindah agama sebagaimana ia juga mempertahankan Islam. Ia sadar hidayah datang bukan dari manusia melainkan dari Allah SWT.
Gita berpikir kalau memang Allah SWT merestui dengan memberikan Paulus hidayah, tentu ia akan melanjutkan hubunganya. Kalau ternyata tidak, ia juga siap untuk merelakan. Hingga doanya terjawab, Paulus mulai belajar Islam dan menjadi mualaf, Paulus menikahinya pada Agustus 2018 di Palembang tanah kelahiran Gita.
Memasuki tiga tahun usia pernikahan, keduanya pun sering berdiskusi dan belajar bersama untuk memahami Islam. Kekompakan mereka juga terlihat dari seringnya membuat konten YouTube bersama.
Tahun 2020 Gita kembali meluncurkan buku berjudul
'A Cup of Tea' yang kini berisikan pemikiran dan pengalaman dalam babak hidup dari Gita Savitri yang lebih dewasa. Ia juga memulai bisnis dengan merek Tesavara yang menjual pakaian muslimah, sambil terus aktif mengunggah konten-konten di kanal YouTubenya.
Permasalahan anak muda saat ini adalah terlalu ragu dengan dirinya sendiri dan belum memahami siapa diri mereka sebenarnya. Sehingga banyak yang ragu tentang apa sebenarnya mimpi dan cita-cita mereka, penonton YouTube Gita Savitri merasa, semua jawaban atas kegelisahan mereka terjawab oleh video-video yang dibagikannya.
Gita adalah salah satu idola anak muda semua kalangan yang menginspirasi tentang pentingnya menjadi diri sendiri, tidak ada yang sia-sia dalam belajar, dan mendobrak batasan imajinasi yang membuat kita takut meraih mimpi dari hal yang sederhana.
(jqf)