home global news

Fenomena Klitih, Dosen UGM: Tekanan Pandemi Salah Satu Pemicu

Senin, 18 April 2022 - 14:02 WIB
Ilustrasi klitih. Foto: Langit7/iStock
Istilah klitih ramai menjadi perbincangan warganet belakangan ini. Aksi kekerasan yang dilakoni anak-anak usia sekolah atau remaja, berkisar 14-19 tahun, mengincar anggota geng motor lain.

Rentetan fakta kekerasan yang dilakukan geng motor dengan aksi klitihnya ini terakhir menorehkan duka keluarga dari Daffa Adzin Albazith. Saat itu, dikabarkan Daffa, anak dari anggota DPRD Kebumen, tengah mencari makan di Jalan Gedongkuning, Kotagede, Ahad (3/4/2022).

Baca juga: 5 Fakta Klitih di Jogja, Aksi Begal Geng Motor yang Lagi Viral

Dosen UGM yang juga merupakan inisiator Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) DIY, Muhammad Nur Rizal, menyebut pemicu aksi klitih ini muncul akibat perubahan dan tekanan selama pandemi Covid-19.

Ia menambahkan, perubahan saat pandemi ini terjadi di dalam keluarga, sekolah, relasi pertemanan, dan di lingkungan masyarakat. Kondisi yang sedemikian kompleks tersebut membuat anak remaja sulit memenuhi kebutuhannya akan ruang ekspresi diri.

“Manusia butuh aktualisasi diri. Tapi belakangan ini anak muda tidak punya ruang untuk berekspresi baik di sekolah, di keluarga, maupun di masyarakat sekitarnya,” ucap Nur Rizal seperti dikutip dari laman resmi UGM, Senin (18/4/2022).

Terlebih ketika aktivitas belajar dilangsungkan sepenuhnya secara daring, hingga membuat ruang berekspresi, berkarya dan berinteraksinya hilang. Begitu pun dengan ruang interaksi di lingkungan masyarakat.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
klitih yogyakarta dosen ugm kekerasan geng motor
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya