Hemofilia: Kenali Jenis, Penyebab, dan Cara Penanganannya
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 18 April 2022 - 14:27 WIB
Ilustrasi hemofilia. Foto: Langit7/iStock
Setiap tanggal 17 April, masyarakat dunia memperingati Hari Hemofilia Sedunia. Peringatan ini sekaligus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit hemofilia atau kelainan pendarahan genetik lainnya.
Melansir dari Health Line, Senin (18/4/2022), hemofilia merupakan kelainan pendarahan turunan karena kurangnya protein pembekuan dalam tubuh manusia. Penyakit turunan dengan penderita mayoritas laki-laki ini terdiri dari tiga jenis, yaitu hemofilia A, B, dan C.
Baca juga: Bisa Turunkan Tensi, Pengidap Darah Tinggi Wajib Konsumsi 7 Makanan Ini
Hemofilia A atau yang kerap dikenal dengan hemofilia klasik adalah jenis paling umum dari kelainan gangguan darah ini. Jenis ini terjadi akibat kekurangan faktor pembekuan darah VII. Hemofilia A erat kaitannya dengan penyakit lupus dan rheumatoid arthritis.
Jenis berikutnya adalah hemofilia B atau dikenal sebagai penyakit Natal. Hemofilia B terjadi karena kurang atau hilangnya faktor pembekuan darah IX. Umumnya, gangguan ini diwariskan dari ibu, namun bisa juga karena mutasi sebelum bayi lahir.
Hemofilia C, adalah jenis hemofilia yang langka. Ia pertama kali ditemukan pada tahun 1953 melalui orang dengan perdarahan hebat setelah pencabutan gigi.
Untuk diketahui, hemofilia C sulit didiagnosis karena pendarannya berlangsung cukup lama.
Melansir dari Health Line, Senin (18/4/2022), hemofilia merupakan kelainan pendarahan turunan karena kurangnya protein pembekuan dalam tubuh manusia. Penyakit turunan dengan penderita mayoritas laki-laki ini terdiri dari tiga jenis, yaitu hemofilia A, B, dan C.
Baca juga: Bisa Turunkan Tensi, Pengidap Darah Tinggi Wajib Konsumsi 7 Makanan Ini
Hemofilia A atau yang kerap dikenal dengan hemofilia klasik adalah jenis paling umum dari kelainan gangguan darah ini. Jenis ini terjadi akibat kekurangan faktor pembekuan darah VII. Hemofilia A erat kaitannya dengan penyakit lupus dan rheumatoid arthritis.
Jenis berikutnya adalah hemofilia B atau dikenal sebagai penyakit Natal. Hemofilia B terjadi karena kurang atau hilangnya faktor pembekuan darah IX. Umumnya, gangguan ini diwariskan dari ibu, namun bisa juga karena mutasi sebelum bayi lahir.
Hemofilia C, adalah jenis hemofilia yang langka. Ia pertama kali ditemukan pada tahun 1953 melalui orang dengan perdarahan hebat setelah pencabutan gigi.
Untuk diketahui, hemofilia C sulit didiagnosis karena pendarannya berlangsung cukup lama.