Mundur dari PSI, Tsamara Amany Ingin Berkarier di Luar Politik
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 18 April 2022 - 23:35 WIB
Tsamara Amany saat mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI). (Foto: Tangkapan Layar YouTube Tsamara Amany)
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai pengurus pusat dan kader PSI. Tsamara ingin melanjutkan perjalanan kariernya di luar partai politik.
Hal tersebut disampaikannya melalui unggahan akun YouTube miliknya. Dalam video tersebut, Tsamara pengumuman resminya keluar dari PSI per hari Senin (18/4/2022).
Baca Juga:LP3ES: Gerakan Mahasiswa Kabar Baik bagi Demokrasi
"Selama lima tahun mengabdi di PSI sebagai ketua DPP, per hari ini 18 April 2022, saya memutuskan mengundurkan diri sebagai pengurus dan kader PSI. Keputusan ini saya ambil atas dasar pertimbangan pribadi. Saya merasa saya membutuhkan perjalanan baru di luar partai politik," kata Tsamara.
Setelah keluar dari PSI, perempuan berusia 25 tahun itu mengatakan ingin fokus mengabdi untuk indonesia melalui cara-cara lainnya. Salah satunya dengan fokus menyuarakan isu perempuan dan mengabdi untuk kepentingan perempuan.
Meski demikian, Tsamara menjelaskan bahwa pengunduran dirinya tidak berkaitan dengan peran maupun elektabilitas PSI di kancah politik. Dia mengaku hanya ingin membutuhkan eksplorasi baru di luar partai politik, setidaknya untuk saat ini.
"Jadi mundurnya saya tidak berkaitan dengan keinginan untuk pindah ke partai politik lain. Perlu ditegaskan bahwa saya mundur dari PSI dengan baik-baik tanpa ada konflik atau perbedaan pandangan," ujarnya.
Hal tersebut disampaikannya melalui unggahan akun YouTube miliknya. Dalam video tersebut, Tsamara pengumuman resminya keluar dari PSI per hari Senin (18/4/2022).
Baca Juga:LP3ES: Gerakan Mahasiswa Kabar Baik bagi Demokrasi
"Selama lima tahun mengabdi di PSI sebagai ketua DPP, per hari ini 18 April 2022, saya memutuskan mengundurkan diri sebagai pengurus dan kader PSI. Keputusan ini saya ambil atas dasar pertimbangan pribadi. Saya merasa saya membutuhkan perjalanan baru di luar partai politik," kata Tsamara.
Setelah keluar dari PSI, perempuan berusia 25 tahun itu mengatakan ingin fokus mengabdi untuk indonesia melalui cara-cara lainnya. Salah satunya dengan fokus menyuarakan isu perempuan dan mengabdi untuk kepentingan perempuan.
Meski demikian, Tsamara menjelaskan bahwa pengunduran dirinya tidak berkaitan dengan peran maupun elektabilitas PSI di kancah politik. Dia mengaku hanya ingin membutuhkan eksplorasi baru di luar partai politik, setidaknya untuk saat ini.
"Jadi mundurnya saya tidak berkaitan dengan keinginan untuk pindah ke partai politik lain. Perlu ditegaskan bahwa saya mundur dari PSI dengan baik-baik tanpa ada konflik atau perbedaan pandangan," ujarnya.