home global news

Dua Cara Ciptakan Toleransi di Tengah Masyarakat

Selasa, 19 April 2022 - 14:59 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Direktur PUSAD Paramadina, Ihsan Ali Fauzi, menjelaskan, sikap toleransi bisa diukur dari sikap menerima perbedaan yang dimiliki orang lain.

“Jika terdapat perbedaan namun sulit mencari irisan, maka keberadaan orang lain akan menjadi beban. Tetapi, jika perbedaan bisa dinegosiasikan, maka akan sangat bagus,” kata Ihsan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (18/4/2022).

Ihsan menyebut dua cara agar sikap toleransi bisa diterapkan di tengah masyarakat.

Pertama, kesediaan untuk memberi izin (permission) kepada orang lain. Terutama kepada kelompok lemah yang bisa ditoleransi keberadaannya. Biasanya, pemberian izin bisa terjadi, namun disertai beberapa syarat tertentu.

Baca juga: Tiga Perempuan Hebat Ini Ekspresikan Diri Melalui Kreasi

“Kesediaan memberi izin kepada pihak yang berbeda biasanya bersyarat karena ada power relation yang tidak seimbang, antara satu kelompok besar kepada kelompok kecil baik dari segi jumlah, aset, tidak hanya agama tapi juga etnis dan bisa juga usaha,” ucap Ihsan.

Kedua, saat ini sudah ada payung dari segi kehidupan sebagai kewarganegaraan modern. Dengan perlindungan sebagai warga negara, maka seseorang meski lemah tetap mendapatkan toleransi, karena berkedudukan sejajar sebagai sesama warga negara.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kerukunan umat beragama perdamaian toleransi universitas paramadina semangat kerukunan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya