Belajar Islam di Spanyol, Kala Muslim Jadi Ujung Tombak Peradaban
Muhajirin
Kamis, 21 April 2022 - 06:00 WIB
Toledo, salah satu kota besar warisan Islam di Spanyol (foto: langit7.id/istock)
Menurut Duta Besar Indonesia untuk Spanyol, Muhammad Najib, Islam pada abad kedelapan silam di Andalus (Spanyol, Portugal, dan sekitarnya) memimpin penguasaan sains dan teknologi, termasuk Ilmu Kedokteran, astronomi, ekonomi, hukum, hingga seni.
Pada masa itu, Islam berhasil membangun peradaban yang sangat maju dan toleran. Kordoba sebagai pusat pemerintahan menjadi kota metropolitan dan yang maju di Eropa, karena sumbangannya di bidang ilmu pengetahuan.
Dalam catatan sejarawan Spanyol, pada masa kekuasaan Islam terdapat sekitar 700 masjid, 60 ribu kastil, dan 70 perpustakaan. Kemajuan ilmu pengetahuan membuat banyak pelajar dan mahasiswa dari penjuru dunia menuntut Ilmu di Granada, Kordoba, Sevilla, dan Toledo.
Kordoba tidak hanya megah secara fisik melampaui kota-kota di kawasan Eropa masa itu, tapi juga gemerlap oleh banyaknya ilmuwan yang menguasai berbagai cabang ilmu. Mereka terus berkarya di pusat-pusat pendidikan, pusat riset, dan berbagai laboratorium.
Baca juga: Ma'ruf Amin Sebut Spanyol jadi Mitra Strategis Indonesia
Keunggulan ini mendorong dunia ekonomi dan tumbuhnya industri yang melahirkan berbagai produk unggulan yang diperlukan umat manusia. Maka itu, gaya hidup, selera makan, bentuk pakaian umat Islam, ditiru dan diikuti bangsa-bangsa lain.
“Masyarakat Spanyol saat ini memang sangat diwarnai oleh Islam dan Arab. Mereka belajar musik dari Islam. Sekolah musik pertama itu didirikan di Baghdad, kemudian di-copy paste di Andalus,” kata Muhammad Najib dalam Kajian Ramadhan di kanal Wisma Duta RI Madrid, dikutip Rabu (20/4/2022).
Pada masa itu, Islam berhasil membangun peradaban yang sangat maju dan toleran. Kordoba sebagai pusat pemerintahan menjadi kota metropolitan dan yang maju di Eropa, karena sumbangannya di bidang ilmu pengetahuan.
Dalam catatan sejarawan Spanyol, pada masa kekuasaan Islam terdapat sekitar 700 masjid, 60 ribu kastil, dan 70 perpustakaan. Kemajuan ilmu pengetahuan membuat banyak pelajar dan mahasiswa dari penjuru dunia menuntut Ilmu di Granada, Kordoba, Sevilla, dan Toledo.
Kordoba tidak hanya megah secara fisik melampaui kota-kota di kawasan Eropa masa itu, tapi juga gemerlap oleh banyaknya ilmuwan yang menguasai berbagai cabang ilmu. Mereka terus berkarya di pusat-pusat pendidikan, pusat riset, dan berbagai laboratorium.
Baca juga: Ma'ruf Amin Sebut Spanyol jadi Mitra Strategis Indonesia
Keunggulan ini mendorong dunia ekonomi dan tumbuhnya industri yang melahirkan berbagai produk unggulan yang diperlukan umat manusia. Maka itu, gaya hidup, selera makan, bentuk pakaian umat Islam, ditiru dan diikuti bangsa-bangsa lain.
“Masyarakat Spanyol saat ini memang sangat diwarnai oleh Islam dan Arab. Mereka belajar musik dari Islam. Sekolah musik pertama itu didirikan di Baghdad, kemudian di-copy paste di Andalus,” kata Muhammad Najib dalam Kajian Ramadhan di kanal Wisma Duta RI Madrid, dikutip Rabu (20/4/2022).