Meneladani Rasulullah, Menjaga dan Melestarikan Lingkungan Hidup
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 22 April 2022 - 11:01 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Hari Bumi Sedunia dirayakan setiap tanggal 22 April. Perayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan kondisi bumi yang kian buruk.
Berkurangan keanekaragaman hayati, kelebihan populasi dan penurunan kualitas lingkungan menjadi dampak atau efek dari perubahan iklim. Seperti di Indonesia, banyakanya kerusakan lingkungan hidup akibat kebakaran seperti di Riau, Kalimantan, dan Sumatera.
Lalu, sebenarnya bagaimana Islam memandang lingkungan hidup ini?
Ustadz Ahong mengatakan dalam banyak kesempatan sering kali dai-dai mengutip dari Alquran bahwa kerusakan pada lingkungan akibat ulah manusia.
Baca juga: Wujud Nyata Masjid Istiqlal dalam Dukung Pelestarian Lingkungan
Menurut dia, Nabi Muhammad SAW mengantisipasi agar lingkungan tidak rusak dengan dua cara, yakni menjaga dan melestarikannya.
Terkait menjaga, ada beberapa contoh perilaku yang di terapkan Nabi SAW. Salah satunya dengan melarang membunuh katak.
Berkurangan keanekaragaman hayati, kelebihan populasi dan penurunan kualitas lingkungan menjadi dampak atau efek dari perubahan iklim. Seperti di Indonesia, banyakanya kerusakan lingkungan hidup akibat kebakaran seperti di Riau, Kalimantan, dan Sumatera.
Lalu, sebenarnya bagaimana Islam memandang lingkungan hidup ini?
Ustadz Ahong mengatakan dalam banyak kesempatan sering kali dai-dai mengutip dari Alquran bahwa kerusakan pada lingkungan akibat ulah manusia.
Baca juga: Wujud Nyata Masjid Istiqlal dalam Dukung Pelestarian Lingkungan
Menurut dia, Nabi Muhammad SAW mengantisipasi agar lingkungan tidak rusak dengan dua cara, yakni menjaga dan melestarikannya.
Terkait menjaga, ada beberapa contoh perilaku yang di terapkan Nabi SAW. Salah satunya dengan melarang membunuh katak.