Ramadhan di Seluruh Dunia
Puasa dan Lebaran Tanpa Keluarga di Jerman, Buat Memori Indah Bersama Kawan
Muhajirin
Sabtu, 23 April 2022 - 17:31 WIB
Alfaro dan teman-temannya di Jerman (foto: dok. pribadi)
Rindu lebaran di kampung halaman jadi kerinduan mahasiswa yang tengah menjalankan ibadah puasa di luar negeri. Seperti yang dirasakan Alfaro Wibisono, mahasiswa di Hochschule Bremen jurusan Betriebswirtschaftlehre (BWL) di Bremen, Jerman.
Bagi Alfaro, lebaran bersama keluarga merupakan momen yang sangat dinantikan. Lebaran jadi momen berkumpul bersama keluarga jauh dan sungkeman alias maaf-maafan.
“Apalagi aku dapat memakan masakan lebaran yang dimasak oleh nenek dan budeku yang tidak ada duanya,” kata Alfaro, dikutip laman DW, Sabtu (23/4/2022).
Baca juga: Belajar Islam di Spanyol, Kala Muslim Jadi Ujung Tombak Peradaban
Harapan lebaran di kampung memang tak selamanya bisa terwujud. Ada banyak pertimbangan yang bisa jadi penghalang. Jarak sudah pasti. Biaya apalagi. Namun, lebaran di negeri orang juga menyurat pengalaman indah bersama teman-teman senasib, yang tak pulang ke negara masing-masing.
“Tapi sebenarnya, secara tidak sadar, aku juga sedang membuat memori indah lebaran bersama teman-temanku. Masak dan makan bersama, menggurutu bersama akan rindunya lebaran di Indonesia, mendengarkan khutbah yang aku tidak tahu apa isinya karena bahasa Arab atau Turki semua,” kata Alfaro.
Dia menyebut episode lebaran di Jerman itu akan menjelma jadi pengalaman yang bakal dirindukan suatu saat nanti. Momen lebaran di negeri orang selalu menyimpan cerita yang bisa jadi dongeng penghantar tidur anak cucu nanti.
Bagi Alfaro, lebaran bersama keluarga merupakan momen yang sangat dinantikan. Lebaran jadi momen berkumpul bersama keluarga jauh dan sungkeman alias maaf-maafan.
“Apalagi aku dapat memakan masakan lebaran yang dimasak oleh nenek dan budeku yang tidak ada duanya,” kata Alfaro, dikutip laman DW, Sabtu (23/4/2022).
Baca juga: Belajar Islam di Spanyol, Kala Muslim Jadi Ujung Tombak Peradaban
Harapan lebaran di kampung memang tak selamanya bisa terwujud. Ada banyak pertimbangan yang bisa jadi penghalang. Jarak sudah pasti. Biaya apalagi. Namun, lebaran di negeri orang juga menyurat pengalaman indah bersama teman-teman senasib, yang tak pulang ke negara masing-masing.
“Tapi sebenarnya, secara tidak sadar, aku juga sedang membuat memori indah lebaran bersama teman-temanku. Masak dan makan bersama, menggurutu bersama akan rindunya lebaran di Indonesia, mendengarkan khutbah yang aku tidak tahu apa isinya karena bahasa Arab atau Turki semua,” kata Alfaro.
Dia menyebut episode lebaran di Jerman itu akan menjelma jadi pengalaman yang bakal dirindukan suatu saat nanti. Momen lebaran di negeri orang selalu menyimpan cerita yang bisa jadi dongeng penghantar tidur anak cucu nanti.