Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita
Ramadhan di Seluruh Dunia

Puasa dan Lebaran Tanpa Keluarga di Jerman, Buat Memori Indah Bersama Kawan

Muhajirin Sabtu, 23 April 2022 - 17:31 WIB
Puasa dan Lebaran Tanpa Keluarga di Jerman, Buat Memori Indah Bersama Kawan
Alfaro dan teman-temannya di Jerman (foto: dok. pribadi)
LANGIT7.ID, Jakarta - Rindu lebaran di kampung halaman jadi kerinduan mahasiswa yang tengah menjalankan ibadah puasa di luar negeri. Seperti yang dirasakan Alfaro Wibisono, mahasiswa di Hochschule Bremen jurusan Betriebswirtschaftlehre (BWL) di Bremen, Jerman.

Bagi Alfaro, lebaran bersama keluarga merupakan momen yang sangat dinantikan. Lebaran jadi momen berkumpul bersama keluarga jauh dan sungkeman alias maaf-maafan.

“Apalagi aku dapat memakan masakan lebaran yang dimasak oleh nenek dan budeku yang tidak ada duanya,” kata Alfaro, dikutip laman DW, Sabtu (23/4/2022).

Baca juga: Belajar Islam di Spanyol, Kala Muslim Jadi Ujung Tombak Peradaban

Harapan lebaran di kampung memang tak selamanya bisa terwujud. Ada banyak pertimbangan yang bisa jadi penghalang. Jarak sudah pasti. Biaya apalagi. Namun, lebaran di negeri orang juga menyurat pengalaman indah bersama teman-teman senasib, yang tak pulang ke negara masing-masing.

“Tapi sebenarnya, secara tidak sadar, aku juga sedang membuat memori indah lebaran bersama teman-temanku. Masak dan makan bersama, menggurutu bersama akan rindunya lebaran di Indonesia, mendengarkan khutbah yang aku tidak tahu apa isinya karena bahasa Arab atau Turki semua,” kata Alfaro.

Dia menyebut episode lebaran di Jerman itu akan menjelma jadi pengalaman yang bakal dirindukan suatu saat nanti. Momen lebaran di negeri orang selalu menyimpan cerita yang bisa jadi dongeng penghantar tidur anak cucu nanti.

“Jadi menurutku, menjalankan bulan puasa di Jerman tidak begitu buruk seperti yang dibayangkan. Ya, memang, durasi puasanya lebih lama dan suasana bulan Ramadhannya tidak seramai di Indonesia, tapi banyak kelebihannya juga,” ucap dia.

Salah satu kelebihan puasa di Jerman adalah bisa menjadi lebih mandiri dan kesempatan mempererat pertemanan saat berbuka puasa. Di sisi lain, komunitas muslim di Jerman sering membagikan makanan gratis.

Masjid-masjid lokal milik komunitas Turki dan Arab terkadang menyediakan makanan buka puasa gratis. Hanya saja, mereka menyediakan makanan khas negara mereka. Tapi tidak masalah, itu kabar baik untuk mahasiswa yang diharuskan berhemat.

“Aku bersyukur di kotaku sekarang ini, Bremen, terdapat komunitas Islam. Mereka menyediakan bukaan seperti bukaan di Indonesia pada umumnya secara gratis. Aku tentunya seorang mahasiswa yang hobinya ngirit sebisa mungkin sangat gembira mendengar ini,” kata Alfaro.

Baca juga: Tantangan Puasa di Wilayah Perang, antara Sedih dan Bahagia

Namun akhirnya, Alfaro menyedari, puasa menyimpan sejuta hikmah. Pelajaran paling nyata adalah kenikmatan saat berbuka. Umat Islam diperintahkan lapar dan dahaga berjam-jam hanya untuk menikmati santapan buka selama 7 menit.

“Jadi, aku mengambil hikmah bahwa kenikmatan dunia ini hanya bersifat sementara, dan yang harus kita kejar sebenarnya di atas sana,” kata Alfaro.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)