Membangun Persatuan Umat Dimulai dari Masjid
Muhajirin
Kamis, 04 Agustus 2022 - 06:41 WIB
Menegakkan shalat berjamaah jalan menuju terciptanya persatuan umat Islam yang dimulai dari masjid. Foto: Istimewa
Pendiri Quantum Akhyar Institute, Ustaz Adi Hidayat (UAH) menilai para tokoh intelektual muslim perlu memetakan akar masalah umat Islam di Indonesia untuk mewujudkan persatuan umat. Salah satu cara untuk mencapai cita-cita besar tersebut adalah memulai gerakan dari masjid.
Dia menyebut umat Islam di Indonesia terbagi ke dalam empat klasifikasi utama yakni umat yang berpikir, umat yang salah berpikir, umat yang tidak berpikir, dan umat yang menjadi fikiran. “Ini yang harus didudukkan (dimusyawarakan),” kata UAH dalam Acara Halal bi Halal JATTI untuk Mewujudkan Pesatuan Umat melalui akun Youtube UFS Official Channel.
Baca Juga:UAH: Jangan Toleransi Dukun dengan Julukan Mulia
Sosok ulama kelahiran Pandeglang itu menjelaskan, umat yang berpikir telah digambarkan dalam Alquran dalam surah Ali-Imrah ayat 190-191. Dalam ayat tersebut, Allah menyinggung kelompok ulil albab yang mengetahui esensi-esensi persoalan.
Kelompok itu diharapkan mengambil peran penting untuk mewujudkan persatuan umat. Mereka adalah golongan yang mampu menghadirkan ketenangan di tengah umat saat diterpa berbagai isu keumatan yang menyita banyak energi, misalnya isu dana haji yang akhir-akhir marak jadi perbincangan.
UAS mengatakan, umat yang berpikir itu mendapatkan banyak tantangan. Salah satunya tantangan dari umat yang salah berpikir. Kelompok tersebut disinggung dalam surah Al-Mudassir ayat 18. Orientasi umat yang salah berpikir itu selalu materi.
Dia menyebut umat Islam di Indonesia terbagi ke dalam empat klasifikasi utama yakni umat yang berpikir, umat yang salah berpikir, umat yang tidak berpikir, dan umat yang menjadi fikiran. “Ini yang harus didudukkan (dimusyawarakan),” kata UAH dalam Acara Halal bi Halal JATTI untuk Mewujudkan Pesatuan Umat melalui akun Youtube UFS Official Channel.
Baca Juga:UAH: Jangan Toleransi Dukun dengan Julukan Mulia
Sosok ulama kelahiran Pandeglang itu menjelaskan, umat yang berpikir telah digambarkan dalam Alquran dalam surah Ali-Imrah ayat 190-191. Dalam ayat tersebut, Allah menyinggung kelompok ulil albab yang mengetahui esensi-esensi persoalan.
Kelompok itu diharapkan mengambil peran penting untuk mewujudkan persatuan umat. Mereka adalah golongan yang mampu menghadirkan ketenangan di tengah umat saat diterpa berbagai isu keumatan yang menyita banyak energi, misalnya isu dana haji yang akhir-akhir marak jadi perbincangan.
UAS mengatakan, umat yang berpikir itu mendapatkan banyak tantangan. Salah satunya tantangan dari umat yang salah berpikir. Kelompok tersebut disinggung dalam surah Al-Mudassir ayat 18. Orientasi umat yang salah berpikir itu selalu materi.