LANGIT7.ID, Jakarta - Ramai perbincangan fenomena perdukunan berkedok agama setelah Marcel Radhival atau Pesulap Merah membongkar trik pengobatan Samsudin Jadab atau Gus Samsudin. Dalam Islam, perdukunan bisa mendatangkan kemusyrikan dan dosa besar.
Ustadz Adi Hidayat (UAH) dalam salah satu ceramahnya mengingatkan agar masyarakat tidak menolerir praktik kemusyrikan dengan julukan mulia. Terkait perdukunan, UAH menegaskan agar pelakunya tetap disebut dukun alih-alih guru spiritual, paranormal, atau sebutan keagamaan.
“Dukun sebut dukun. Jangan angkat paranormal, guru spiritual, kemudian didandani, kadang lebih hebat dari kiai, pakai jubah, pakai imamah. Kadang jubahnya lebih panjang dari Batman,” kata UAH dikutip Rabu (3/8/2022).
Baca Juga: Ini Ancaman bagi Seorang Muslim yang Percaya DukunUAH menjelaskan, pelabelan asal kepada pelaku perdukunan dapat menghambat tersebarnya kemusyrikan. Dengan demikian, lanjutnya, masyarakat jadi tahu dampak dan keburukan dukun.
“Kalau ada kadar kemusyirkan semacam ini, tampilkan dengan nama yang jelas, jangan disamarkan sehingga orang tahu dampak dan bahayanya. Ini syirik akbar,” katanya.
Diwartakan, Samsudin Jadab menggunakan panggilan “Gus” dalam julukannya. Gus sendiri adalah istilah dalam tradisi pesantren. Panggilan Gus ditujukan untuk putra Kiai atau ulama bagi masyarakat di Jawa yang biasanya akan mewarisi pesantren atau menjadi pengajar.
Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur mengecam keras pencatutan gelar “Gus” oleh Samsudin Jadab. Pengurus GP Ansor Jawa Timur Muhammad Fawait mengatakan apa yang dilakukan Samsudin bisa menyesatkan masyarakat.
Baca Juga: Waspada, Ini Ciri-ciri Dukun Berkedok Ustadz yang Harus Dijauhi "Ini yang harus diluruskan. Kalau kiai atau ulama itu harus jelas sanad keilmuannya. Sedangkan gus harus jelas nasabnya. Jadi masyarakat jangan mudah percaya pada orang yang mengaku kiai atau gus. Lihat dulu sanad dan nasabnya," ujar pengasuh Pondok Pesantren Nurul Chotib Al Qodiri IV Jember itu kepada wartawan dikutip Rabu (3/8/2022).
Gus Fawait menilai, dukun yang memakai gelar Gus biasanya untuk menaikkan pamor dan mendapat kepercayaan. Namun, jauh dari gelar aslinya, “Gus Palsu” ini biasanya memanfaatkan gelar untuk mencari keuntungan pribadi.
“Ini tentu merugikan kiai dan gus yang benar-benar asli," kata Gus Fawait.
(sof)