Kresno Mulyadi: Mendidik Ibarat Merawat Aneka Jenis Bunga
Fifiyanti Abdurahman
Selasa, 26 April 2022 - 12:00 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Untuk memahami anak masa kini memang perlu waktu dan yang paling bisa memahami mereka adalah orang tua. Itulah kenapa, Spesialis ilmu kedokteran jiwa, dr Kresno Mulyadi, SpKJ berpendapat bahwa pendidik sejati adalah orang tua.
Menurut dia, orang tua perlu memahami bahwa mendidik dan mengajar merupakan dua hal yang berbeda. Kedua hal ini jangan sampai diterjemahkan secara keliru, karena nantinya akan berakibat fatal.
Baca juga: Wahai Orang Tua, Daripada Mengancam Anak, Kak Seto Sarankan Cara Ini
"Pendidikan terjemahan dari education. Konon education itu berasal dari akar kata educare yang artinya adalah memunculkan. Jadi proses mendidik itu inside out. Nah, ini yang perlu menjadi paradigma kita, jika yang mengajar outside in," ujar dr Kresno dalam acara daring yang diikuti Langit7," Sabtu (23/4/2022).
"Jika kita membuat perumpamaan, dulu saya menjadi seperti menuang air ke dalam gelas, saya berikan air yang bagus. Nah, ini ternyata kurang tepat karena prosesnya outside-in," lanjut dia.
Lebih lanjut, dr Kresno menjelaskan, mengajar dengan sistem memberitahukan lebih baik daripada mendidik dengan sistem melarang atau bahkan memaksa.
"Jadi kalau mengajar misal nak sebetulnya 5 + 5 itu 10, memberitahukan. Tapi jika misalnya nak, kamu tidak boleh bandel dengan orang tua, nak kamu harus selalu nurut. Itu bukan mendidik lagi," ucapnya.
Menurut dia, orang tua perlu memahami bahwa mendidik dan mengajar merupakan dua hal yang berbeda. Kedua hal ini jangan sampai diterjemahkan secara keliru, karena nantinya akan berakibat fatal.
Baca juga: Wahai Orang Tua, Daripada Mengancam Anak, Kak Seto Sarankan Cara Ini
"Pendidikan terjemahan dari education. Konon education itu berasal dari akar kata educare yang artinya adalah memunculkan. Jadi proses mendidik itu inside out. Nah, ini yang perlu menjadi paradigma kita, jika yang mengajar outside in," ujar dr Kresno dalam acara daring yang diikuti Langit7," Sabtu (23/4/2022).
"Jika kita membuat perumpamaan, dulu saya menjadi seperti menuang air ke dalam gelas, saya berikan air yang bagus. Nah, ini ternyata kurang tepat karena prosesnya outside-in," lanjut dia.
Lebih lanjut, dr Kresno menjelaskan, mengajar dengan sistem memberitahukan lebih baik daripada mendidik dengan sistem melarang atau bahkan memaksa.
"Jadi kalau mengajar misal nak sebetulnya 5 + 5 itu 10, memberitahukan. Tapi jika misalnya nak, kamu tidak boleh bandel dengan orang tua, nak kamu harus selalu nurut. Itu bukan mendidik lagi," ucapnya.