LANGIT7.ID - , Jakarta - Untuk memahami anak masa kini memang perlu waktu dan yang paling bisa memahami mereka adalah orang tua. Itulah kenapa, Spesialis ilmu kedokteran jiwa, dr Kresno Mulyadi, SpKJ berpendapat bahwa pendidik sejati adalah orang tua.
Menurut dia, orang tua perlu memahami bahwa mendidik dan mengajar merupakan dua hal yang berbeda. Kedua hal ini jangan sampai diterjemahkan secara keliru, karena nantinya akan berakibat fatal.
Baca juga: Wahai Orang Tua, Daripada Mengancam Anak, Kak Seto Sarankan Cara Ini"Pendidikan terjemahan dari education. Konon education itu berasal dari akar kata
educare yang artinya adalah memunculkan. Jadi proses mendidik itu
inside out. Nah, ini yang perlu menjadi paradigma kita, jika yang mengajar
outside in," ujar dr Kresno dalam acara daring yang diikuti Langit7," Sabtu (23/4/2022).
"Jika kita membuat perumpamaan, dulu saya menjadi seperti menuang air ke dalam gelas, saya berikan air yang bagus. Nah, ini ternyata kurang tepat karena prosesnya
outside-in," lanjut dia.
Lebih lanjut, dr Kresno menjelaskan, mengajar dengan sistem memberitahukan lebih baik daripada mendidik dengan sistem melarang atau bahkan memaksa.
"Jadi kalau mengajar misal nak sebetulnya 5 + 5 itu 10, memberitahukan. Tapi jika misalnya nak, kamu tidak boleh bandel dengan orang tua, nak kamu harus selalu nurut. Itu bukan mendidik lagi," ucapnya.
Tadi dikatakan analogi yang tepat bagi mengajar adalah menuang air ke dalam gelas. Untuk mendidik ternyata analogi tepatnya seperti merawat kuntum-kuntum bunga yang didapati dari berbagai jenis seperti melati, mawar, dan anggrek.
Nah, tutur dr Kresno mereka tidak bisa digeneralisasi, misal melati butuh air lebih banyak, mawar ternyata lebih butuh matahari, dan anggrek memiliki pupuk tersendiri.
Baca juga: Menag-Kak Seto Kolaborasi Pencegahan Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Hal ini sama halnya dengan anak-anak, mereka berasal dari keluarga A,B,C hingga Z. Maka itu mereka tidak bisa digeneralisasi begitu saja. Nah, di sinilah peran guru untuk mengenal keunikan masing-masing murid mereka.
Jadi, simpul dr Kresno keunikan ini yang perlu dikenal sehingga kata-kata misalnya anak zaman sekarang susah dinasehati itu tidak muncul dalam pikiran. Karena era mereka sudah tidak lagi demikian.
(est)