home lifestyle muslim

Fenomena Bukber Jadi Ajang Pamer, Ini kata Rhenald Kasali

Selasa, 26 April 2022 - 19:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Tradisi buka puasa bersama kembali hidup setelah dua tahun melewati pandemi Covid-19. Tahun ini, umat Islam bisa melaksanakan ibadah puasa tanpa sekat-sekat pembatasan jarak dan sosial.

Jakpat mengeluarkan survei di Indonesia dengan mengumpulkan 1085 responden. 61 persen di antara mereka mengatakan berminat buka puasa bersama, meski dalam suasana pandemi.

Indeks pencarian kata bukber di Google berada di angkat 38 pada pada 3 April 2022. Indeks berada di angka 38. Meski angka itu masih rendah, ketika dicek kembali pada 15 April 2022 sudah mencapai 100. Tidak heran kalau hotel-hotel dan rumah makan penuh untuk kegiatan buka puasa bersama.

Buka puasa bersama memang ajang untuk silaturahmi, nostalgia, saling memaafkan, dan membangun hubungan yang lebih baik. Namun, hal berbeda ketika tidak ada lagi pembatasan sosial. Bukber justru jadi ajang pamer, salah satunya pamer outfit.

Baca juga: 5 Tips Terhindar Jebakan Flexing, Ampuh Hadapi Investasi Bodong

Guru Besar bidang Ilmu Manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali, mengatakan, pamer saat bukber itu memiliki kaitan erat dengan flexing.

Marak di media sosial video semacam itu. Setiap tamu yang datang disoroti satu per satu, lalu ditanya mengenai outfit yang dikenakan. Usai menjawab, sang tamu diberi bintang berdasarkan kemewahan yang dikenakan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ramadhan buka puasa bukber flexing sombong
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya