7 Arahan Jokowi Menghadapi Gejolak Ekonomi Global
Hasanah syakim
Kamis, 28 April 2022 - 23:25 WIB
Presiden Joko Widodo (Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Menghadapi gejolak ekonomi global Presiden Jokowi memberikan 7 arahan yang menjadi pegangan bersama dalam menghadapi kondisi ekonomi global.
Pertama, Presiden meminta jajarannya bekerja fokus untuk peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan menggunakan potensi belanja barang dan modal untuk membeli produk dalam negeri.
“Saya ingatkan lagi, potensi belanja barang dan modal dan jasa di pusat ini ada Rp526 triliun, di daerah Rp535 triliun. Artinya, total sudah Rp1.062 triliun plus BUMN Rp420 triliun. Ini angka yang besar sekali,” ujar Jokowi dalam keterangan persnya Kamis (28/4/2022).
Baca juga:Arus Mudik Lebaran 2022, Gerbang Tol Jakarta-Cikampek Padat
Jokowi menekankan, bahwa jangan sampai, angka yang sangat besar sekali itu dibelanjakan untuk barang-barang impor sehingga produksi dalam negeri tidak berkembang meningkat.
"Arahkan semuanya pembelian ke produk-produk dalam negeri. Hilangkan, kurangi sebanyak-banyaknya pembelian produk impor,” tegasnya.
Jokowi meminta kepada jajarannya untuk menyiapkan kapasitas produksi nasional, serta mendorong pembuatan kebijakan yang berpihak bagi industri substitusi impor yang memproduksi kebutuhan dalam negeri, dan melakukan pendampingan bagi UMKM agar naik kelas.
Pertama, Presiden meminta jajarannya bekerja fokus untuk peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan menggunakan potensi belanja barang dan modal untuk membeli produk dalam negeri.
“Saya ingatkan lagi, potensi belanja barang dan modal dan jasa di pusat ini ada Rp526 triliun, di daerah Rp535 triliun. Artinya, total sudah Rp1.062 triliun plus BUMN Rp420 triliun. Ini angka yang besar sekali,” ujar Jokowi dalam keterangan persnya Kamis (28/4/2022).
Baca juga:Arus Mudik Lebaran 2022, Gerbang Tol Jakarta-Cikampek Padat
Jokowi menekankan, bahwa jangan sampai, angka yang sangat besar sekali itu dibelanjakan untuk barang-barang impor sehingga produksi dalam negeri tidak berkembang meningkat.
"Arahkan semuanya pembelian ke produk-produk dalam negeri. Hilangkan, kurangi sebanyak-banyaknya pembelian produk impor,” tegasnya.
Jokowi meminta kepada jajarannya untuk menyiapkan kapasitas produksi nasional, serta mendorong pembuatan kebijakan yang berpihak bagi industri substitusi impor yang memproduksi kebutuhan dalam negeri, dan melakukan pendampingan bagi UMKM agar naik kelas.