Hadapi Tantangan Ekonomi Global, Ini 7 Arahan Presiden Jokowi
Ummu hani
Jum'at, 29 April 2022 - 17:16 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membagikan Bantuan Langsung Tunai atau BLT di empat pasar di Kota Bogor. (Foto: BPMI Setpres)
Indonesia dihantui dampak krisis ekonomi global, salah satunya akibat invasi Rusia terhadap Ukraina yang belum juga usai. Dalam hal ini, pemerintah terus berupaya mengatasi permasalahan tersebut melalui berbagai cara.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan tujuh arahan dalam menghadapi gejolak ekonomi ini. Pertama, Presiden meminta jajarannya bekerja fokus untuk peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan menggunakan potensi belanja barang dan modal untuk membeli produk dalam negeri.
Baca Juga:Ekspor CPO Dilarang, Jokowi Tegaskan Kebutuhan Masyarakat Paling Utama
"Saya ingatkan lagi, potensi belanja barang dan modal dan jasa di pusat ini ada Rp526 triliun, di daerah Rp535 triliun. Artinya, total sudah Rp1.062 triliun plus BUMN Rp420 triliun. Ini angka yang besar sekali," ujar Jokowi dalam keterangan resminya, dikutip Langit7.id, Jumat (29/04/2022).
Jokowi menegaskan tidak ingin angka tersebut dibelanjakan untuk barang-barang impor yang membuat produksi dalam negeri tidak berkembang meningkat. "Arahkan semuanya pembelian ke produk-produk dalam negeri. Hilangkan, kurangi sebanyak-banyaknya pembelian produk impor," katanya.
Jokowi turut meminta jajarannya untuk menyiapkan kapasitas produksi nasional. Presiden juga mendorong pembuatan kebijakan yang berpihak bagi industri substitusi impor yang memproduksi kebutuhan dalam negeri, serta melakukan pendampingan bagi UMKM agar naik kelas.
Kedua, Jokowi meminta percepatan proses hilirisasi Industri yang dilakukan di dalam negeri. Misalnya, mendorong daerah-daerah yang memiliki pertambangan untuk segera membangun smelter sehingga nilai tambah meningkat berlipat-lipat dan membuka lapangan kerja. "Sekali lagi saya ingatkan, jangan kita hanya menjadi negara pengekspor bahan mentah, pengekspor raw material, stop," ucap Presiden.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan tujuh arahan dalam menghadapi gejolak ekonomi ini. Pertama, Presiden meminta jajarannya bekerja fokus untuk peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan menggunakan potensi belanja barang dan modal untuk membeli produk dalam negeri.
Baca Juga:Ekspor CPO Dilarang, Jokowi Tegaskan Kebutuhan Masyarakat Paling Utama
"Saya ingatkan lagi, potensi belanja barang dan modal dan jasa di pusat ini ada Rp526 triliun, di daerah Rp535 triliun. Artinya, total sudah Rp1.062 triliun plus BUMN Rp420 triliun. Ini angka yang besar sekali," ujar Jokowi dalam keterangan resminya, dikutip Langit7.id, Jumat (29/04/2022).
Jokowi menegaskan tidak ingin angka tersebut dibelanjakan untuk barang-barang impor yang membuat produksi dalam negeri tidak berkembang meningkat. "Arahkan semuanya pembelian ke produk-produk dalam negeri. Hilangkan, kurangi sebanyak-banyaknya pembelian produk impor," katanya.
Jokowi turut meminta jajarannya untuk menyiapkan kapasitas produksi nasional. Presiden juga mendorong pembuatan kebijakan yang berpihak bagi industri substitusi impor yang memproduksi kebutuhan dalam negeri, serta melakukan pendampingan bagi UMKM agar naik kelas.
Kedua, Jokowi meminta percepatan proses hilirisasi Industri yang dilakukan di dalam negeri. Misalnya, mendorong daerah-daerah yang memiliki pertambangan untuk segera membangun smelter sehingga nilai tambah meningkat berlipat-lipat dan membuka lapangan kerja. "Sekali lagi saya ingatkan, jangan kita hanya menjadi negara pengekspor bahan mentah, pengekspor raw material, stop," ucap Presiden.