Soal Tulisan SARA Budi Santoso, Ini Tanggapan Pihak ITK
Mahmuda attar
Sabtu, 30 April 2022 - 14:40 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Pihak kampus Institut Teknologi Kalimantan (ITK) memberikan tanggapannya terkait kasus tulisan Prof Budi Santoso Purwakartiko yang viral di media sosial karena mengandung unsur SARA terhadap Islam.
Disebutkan, tulisan Budi Santosa tersebut tidak ada hubungannya dengan jabatan dia sebagai Rektor ITK. Pihak kampus menyebutkan, bahwa tulisan yang viral itu merupakan tulisan pribadinya.
"Oleh karena itu, mohon pemberitaan dan komentar lebih lanjut baik oleh media maupun para netizen tidak mengaitkan dengan institusi ITK, dan awak media atau para netizen dapat langsung berkomunikasi dengan beliau," tulis keterangan pihak kampus seperti dilansir laman ITK, Sabtu (30/4/2022).
Baca Juga:Pendaftaran UM-PTKIN 2022 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Sebelumnya, Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Budi Santoso Purwokartiko membuat geger jagad media sosial melalui tulisannya pada Rabu 27 April 2022 lalu.
Dalam tulisannya itu, dia dianggap memicu kontroversi lantaran mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Selain itu, juga tampak menunjukkan sikap anti terhadap mahasiswa yang sering melafadzkan kalimat, seperti InsyaAllah, Barakallah, hingga Qadarallah.
Baca Juga:7 Momen Ini Sangat Dinanti Saat Malam Takbiran Tiba
Disebutkan, tulisan Budi Santosa tersebut tidak ada hubungannya dengan jabatan dia sebagai Rektor ITK. Pihak kampus menyebutkan, bahwa tulisan yang viral itu merupakan tulisan pribadinya.
"Oleh karena itu, mohon pemberitaan dan komentar lebih lanjut baik oleh media maupun para netizen tidak mengaitkan dengan institusi ITK, dan awak media atau para netizen dapat langsung berkomunikasi dengan beliau," tulis keterangan pihak kampus seperti dilansir laman ITK, Sabtu (30/4/2022).
Baca Juga:Pendaftaran UM-PTKIN 2022 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Sebelumnya, Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Budi Santoso Purwokartiko membuat geger jagad media sosial melalui tulisannya pada Rabu 27 April 2022 lalu.
Dalam tulisannya itu, dia dianggap memicu kontroversi lantaran mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Selain itu, juga tampak menunjukkan sikap anti terhadap mahasiswa yang sering melafadzkan kalimat, seperti InsyaAllah, Barakallah, hingga Qadarallah.
Baca Juga:7 Momen Ini Sangat Dinanti Saat Malam Takbiran Tiba