Tradisi Maaf-Maafan, Ustad Asroni: Jangan Cuma di Hari Lebaran
Fifiyanti Abdurahman
Ahad, 01 Mei 2022 - 14:07 WIB
Dua muslimah yang bermaaf-maafan ketika Idul Fitri. Foto: Langit7/iStock
Maaf memaafkan saat Hari Raya Idul Fitri menjadi tradisi umat Islam di Indonesia. CEO dan Founder Santri Motivator School, Ustadz Asroni Al Paroya menyatakan dalam Islam hukumnya adalah mubah (boleh), tidak sunah, namun juga tidak dilarang.
Akan tetapi, tambahnya alangkah baiknya hal ini tidak dilakukan pada saat Lebaran saja.
"Namun jangan sampai kita saling memberi dan meminta maaf hanya di momen lebaran saja, seharusnya juga dilakukan ketika kita berbuat salah atau melakukan kesalahan, dan menyakiti orang lain. Entah sifatnya sengaja ataupun tidak sengaja," ucap Ustadz Asroni saat dihubungi Langit7 beberapa waktu lalu.
Baca juga: Minta Maaf Perbuatan Sederhana, tapi Ada Kemuliaan di Dalamnya
Menurut dia, terkait maaf memaafkan ini ada beberapa riwayat yang perlu dicermati dan boleh digunakan sebagai acuan kepada sesama umat Islam pada hari raya.
Dari Adham, budaknya Umar bin Abdul Aziz berkata, "Kamu dahulu mengucapkan kepada Umar bin Abdul Aziz pada saat dua hari raya dengan ucapan 'Taqabbalallahu minna waminka yan Amiral mukminin' (Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua juga amal ibadah Anda wahai Amirul Mukminin). Lalu Umar bin Abdul Aziz menjawabnya dan tidak mengingkari ucapan kami." (HR. Al-Baihaqi).
Kemudian, dari Watsilah berkata, "Saya bertemu Rasulullah SAW pada hari raya lalu saya ucapkan, 'Taqabbalallahu minna waminka' (Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua juga amal ibadah Anda). Lalu, Rasulullah menjawab, 'Iya, taqabbalallahu minna waminka' (Semoga AllahTa'ala menerima amal ibadah kita semua juga amal ibadah Anda). (HR. Baihaqi).
Akan tetapi, tambahnya alangkah baiknya hal ini tidak dilakukan pada saat Lebaran saja.
"Namun jangan sampai kita saling memberi dan meminta maaf hanya di momen lebaran saja, seharusnya juga dilakukan ketika kita berbuat salah atau melakukan kesalahan, dan menyakiti orang lain. Entah sifatnya sengaja ataupun tidak sengaja," ucap Ustadz Asroni saat dihubungi Langit7 beberapa waktu lalu.
Baca juga: Minta Maaf Perbuatan Sederhana, tapi Ada Kemuliaan di Dalamnya
Menurut dia, terkait maaf memaafkan ini ada beberapa riwayat yang perlu dicermati dan boleh digunakan sebagai acuan kepada sesama umat Islam pada hari raya.
Dari Adham, budaknya Umar bin Abdul Aziz berkata, "Kamu dahulu mengucapkan kepada Umar bin Abdul Aziz pada saat dua hari raya dengan ucapan 'Taqabbalallahu minna waminka yan Amiral mukminin' (Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua juga amal ibadah Anda wahai Amirul Mukminin). Lalu Umar bin Abdul Aziz menjawabnya dan tidak mengingkari ucapan kami." (HR. Al-Baihaqi).
Kemudian, dari Watsilah berkata, "Saya bertemu Rasulullah SAW pada hari raya lalu saya ucapkan, 'Taqabbalallahu minna waminka' (Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua juga amal ibadah Anda). Lalu, Rasulullah menjawab, 'Iya, taqabbalallahu minna waminka' (Semoga AllahTa'ala menerima amal ibadah kita semua juga amal ibadah Anda). (HR. Baihaqi).