LANGIT7.ID - , Jakarta - Maaf memaafkan saat Hari Raya Idul Fitri menjadi tradisi umat Islam di Indonesia. CEO dan Founder Santri Motivator School, Ustadz Asroni Al Paroya menyatakan dalam Islam hukumnya adalah mubah (boleh), tidak sunah, namun juga tidak dilarang.
Akan tetapi, tambahnya alangkah baiknya hal ini tidak dilakukan pada saat Lebaran saja.
"Namun jangan sampai kita saling memberi dan meminta maaf hanya di momen lebaran saja, seharusnya juga dilakukan ketika kita berbuat salah atau melakukan kesalahan, dan menyakiti orang lain. Entah sifatnya sengaja ataupun tidak sengaja," ucap Ustadz Asroni saat dihubungi Langit7 beberapa waktu lalu.
Baca juga: Minta Maaf Perbuatan Sederhana, tapi Ada Kemuliaan di DalamnyaMenurut dia, terkait maaf memaafkan ini ada beberapa riwayat yang perlu dicermati dan boleh digunakan sebagai acuan kepada sesama umat Islam pada hari raya.
Dari Adham, budaknya Umar bin Abdul Aziz berkata, "Kamu dahulu mengucapkan kepada Umar bin Abdul Aziz pada saat dua hari raya dengan ucapan '
Taqabbalallahu minna waminka yan Amiral mukminin' (Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua juga amal ibadah Anda wahai Amirul Mukminin). Lalu Umar bin Abdul Aziz menjawabnya dan tidak mengingkari ucapan kami." (HR. Al-Baihaqi).
Kemudian, dari Watsilah berkata, "Saya bertemu Rasulullah SAW pada hari raya lalu saya ucapkan, '
Taqabbalallahu minna waminka' (Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua juga amal ibadah Anda). Lalu, Rasulullah menjawab, 'Iya,
taqabbalallahu minna waminka' (Semoga AllahTa'ala menerima amal ibadah kita semua juga amal ibadah Anda). (HR. Baihaqi).
Dari Khalid bin Ma'dan berkata, "Saya bertemu dengan Watsilah bin Al-Asqa' pada hari raya, lalu saya ucapkan kepadanya, '
Taqabbalallahu minna waminka'. Kemudian, Watsilah menjawab: ' iya,
taqabbalallahu minna waminka'."
Watislah berkata lagi, "Dulu saya pernah bertemu Rasulullah pada hari raya dan saya ucapkan kepada beliau, 'Taqabballahu minna waminka', dan Rasulullah menjawab, 'iya,
taqabbalallahu minna waminka'." (HR. Al-Baihaqi) Hausyab bin Aqil bercerita: saya bertemu dengan Al-Hasan pada hari raya , lalu saya ucapkan: "
Taqabbalallahu minna waminka. Lalu beliau berkata: "Iya,
taqabbalallahu minna waminka". (HR. Thabrani).
Baca juga: Ramadhan Jadi Momen Terbaik Memaafkan Diri SendiriJadi, simpulnya meminta maaf saat lebaran itu merupakan tradisi dan itu baik.
"Bermaaf-maafan saat lebaran, bahkan ketika hendak memasuki Ramadhan, itu tradisi yang baik, bukan sunnah, karena tidak ada dalil dan contoh yang menegaskan kesunahannya," pungkas Ustadz Asroni.
(est)