Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Ramadhan Jadi Momen Terbaik Memaafkan Diri Sendiri

mahmuda attar hussein Rabu, 20 April 2022 - 18:20 WIB
Ramadhan Jadi Momen Terbaik Memaafkan Diri Sendiri
Ilustrasi momentum Ramadhan untuk memaafkan diri sendiri. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Ramadhan merupakan momen terbaik untuk memaafkan diri dari kekeliruan selama ini. Berbagai kesalahan tersebut dikhawatir dapat menimbulkan psikosomatis.

Psikolog, Asep Haerul Gani mengatakan, pemaafan berangkat dari rasa sakit yang timbul akibat pikirkan negatif dalam kehidupan sehari-hari. Namun, bukan rasa sakit yang sesungguhnya.

"Dalam istilah medis itu disebut psikosomatis atau sakit yang timbul atas trauma dalam diri," ujar dia seperti dilansir laman ITB, dikutip Rabu (20/4/2022).

Menurutnya, hal tersebut timbul karena ketidakmampuan seseorang dalam melakukan pemaafan. Padahal, dengan melakukan maaf, maka secara tidak langsung akan memberikan rasa tenang dan aman dalam diri.

Baca Juga: Umat Islam akan Menjalani 2 Kali Ramadhan pada Tahun 2030

“Kebanyakan orang, baru dapat memaafkan ketika diperlakukan tidak adil atau disakiti oleh orang lain, karena dari situ dia baru sadar bahwa dirinya memerlukan sebuah pemaafan atau balasan yang setimpal dari orang yang menyakiti,” jelas Asep.

Lebih lanjut, Asep juga menyebutkan, sebagian besar penyakit yang dikeluhkan pasien justru bersumber dari diri sendiri. Sebab, diri sendiri adalah tempat terbaik untuk melakukan pemaafan.

"Kita harus memaafkan diri kita sendiri terlebih dahulu, serta bagaimana kita menghapus tembok-tembok rasa bersalah yang menghalangi pemaafan," katanya.

Tuntutan untuk pemaafan muncul ketika seseorang merasa dirinya diperlakukan tidak adil. Sehingga butuh tempat pelampiasan dendam yang setimpal, dan berusaha menanggapi prinsip moral belas kasih yang timbul dari perasaan kasihan, penghargaan tanpa syarat, murah hati dan cinta moral.

“Pemaafan bukanlah sebuah perilaku reaktif, tetapi perilaku inisiatif dan proaktif. Dimulai dengan menjadikan diri kita fokus dan memiliki niat untuk selalu berbuat baik," katanya.

Menurutnya, bagi orang yang belum bisa menunjukan cinta kasih, maka tidak bisa melakukan pemaafan. Hal itu dikarenakan maaf berbeda dengan memaklumi, membiarkan, mengalah, melupakan, pengampunan, perdamaian, ataupun pembenaran.

"Pemaafan adalah menjadikan diri kita untuk terus berbuat baik pada orang lain tanpa adanya niatan buruk sedikit pun,” jelas Asep.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)