home masjid

Tradisi Halal Bihalal dalam Pandangan Ustaz Abdul Somad

Selasa, 03 Mei 2022 - 10:20 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Halal bihalal salah satu tradisi yang senantiasa dilakukan umat muslim dalam setiap perayaan Idul Fitri, tak heran jika tradisi ini selalu melekat di setiap perayaan hari kemenangan umat muslim.

Tradisi halal bihalal biasanya dilakukan dengan acara pertemuan atau perkumpulan yang digelar untuk saling memaafkan. Halal bihalal kerapkali diadakan dalam lingkup keluarga besar, kelompok pedagang, lingkup pekerjaan hingga instansi swasta dan pemerintahan. Lantas, apa makna halal bihalal?

Ustaz Abdul Somad (UAS) menjelaskan bahwa halal bihalal diambil dari bahasa arab, meski kata halal diambil dari bahasa arab, akan tetapi dia menyebutkan bahwa orang Arab tidak pernah melakukan halal bihalal.

Baca Juga:MUI: Jadikan Idul Fitri 2022 sebagai Perayaan Silaturahmi Akbar

"Halal bihalal sebuah tradisi yang dilakukan oleh bangsa kita. Jika dilihat dari maknanya apa itu makna halal, kita semua tahu makna halal selalu orang mengartikan halal itu boleh, lawannya haram tak boleh, tetapi sebenarnya jika kita membuka kamus bahasa Arab, makna halal itu ada tiga," kata UAS dalam akun YouTube Tanjung Studio dikutip Selasa (3/5/2022).

Menurut dia, arti yang pertama dari kata halal artinya mengurai benang yang kusut, itulah mengapa disebut dalam do’a Nabi Musa alaihissalam: wahlul 'uqdatam mil lisaani.

"Wahlul lepaskan, 'uqdatam ikatan, mil lisaani dari lidahku. Jadi apabila seseorang yang susah bicara dan disuruh memberi kata sambutan, tak keluar kata-kata dari lidahnya seolah-olah lidahnya terikat, maka Nabi Musa meminta kepada Allah Taala wahlul 'uqdatam mil lisaani lepaskan ikatan (millisani) dari lisanku," ujar UAS.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
uas mudik lebaran syawal halal bil halal
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya