Sukses Ramadhan Menurut UBN: Tinggalkan Maksiat dan Perkuat Keimanan
Redaksi
Selasa, 03 Mei 2022 - 11:25 WIB
Menurut UBN, di antara kesuksesan Ramadhan adalah tumbuhnya semangat meninggalkan perilaku maksiat dan kejahiliyahan. Foto: Istimewa.
Pimpinan AQL Islamic Center, Ustaz Bachtiar Nasir atau karib disapa UBN mengungkapkan tanda-tanda orang yang sukses mengakhiri Ramadhan dengan indah. Hal ini disampaikan UBN pada program Munajat dari Tanah Suci, yang disiarkan di berbagai kanal media dari Makkah, Arab Saudi, dikutip Selasa (3/5/2022).
Menurut UBN, di antara kesuksesan Ramadhan adalah tumbuhnya semangat meninggalkan perilaku maksiat dan kejahiliyahan. “Di antara tanda-tanda orang yang mengakhiri Ramadhannya dengan indah adalah rasa optimisme untuk meninggalkan kemaksiatan dan mengucapkan selamat tinggal kepada kejahiliyahan,” kata UBN.
Selepas Ramadhan, lanjut UBN, mereka sungguh-sungguh menjadi hamba Allah Swt yang berupaya komitmen dengan keimanan.
Baca Juga:Nasihat UBN di Penghujung Ramadhan: Beribadah Harus Istikamah
“Sungguh-sungguh ingin menjadi hamba Allah, menjadi orang-orang beriman secara sungguh-sungguh dengan cara komitmen yang kuat kepada la Ilaha illallah Muhammadur Rasulullah. Kesetiaan kepada jalan hidup Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam,” ujar UBN.
Kemudian, selalu berinteraksi dengan Al-Qur'an. Selesai Ramadhan, keistikamahan bersama Al-Qur'an terus bergelora.
“Keistikamahan kita bersama Al-Qur'an. Kita baca, kita pelajari, kita hafalkan, kita ulang-ulang, kita tadabburi, kita amalkan,” ujar alumnus Universitas Islam Madinah ini.
Menurut UBN, di antara kesuksesan Ramadhan adalah tumbuhnya semangat meninggalkan perilaku maksiat dan kejahiliyahan. “Di antara tanda-tanda orang yang mengakhiri Ramadhannya dengan indah adalah rasa optimisme untuk meninggalkan kemaksiatan dan mengucapkan selamat tinggal kepada kejahiliyahan,” kata UBN.
Selepas Ramadhan, lanjut UBN, mereka sungguh-sungguh menjadi hamba Allah Swt yang berupaya komitmen dengan keimanan.
Baca Juga:Nasihat UBN di Penghujung Ramadhan: Beribadah Harus Istikamah
“Sungguh-sungguh ingin menjadi hamba Allah, menjadi orang-orang beriman secara sungguh-sungguh dengan cara komitmen yang kuat kepada la Ilaha illallah Muhammadur Rasulullah. Kesetiaan kepada jalan hidup Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam,” ujar UBN.
Kemudian, selalu berinteraksi dengan Al-Qur'an. Selesai Ramadhan, keistikamahan bersama Al-Qur'an terus bergelora.
“Keistikamahan kita bersama Al-Qur'an. Kita baca, kita pelajari, kita hafalkan, kita ulang-ulang, kita tadabburi, kita amalkan,” ujar alumnus Universitas Islam Madinah ini.