Terjebak Macet? Berikut Tips Kelola Emosi agar Tetap Santai
Muhajirin
Kamis, 29 September 2022 - 04:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Berjam-jam terjebak di kemacetan saat arus mudik maupun arus balik tentu menguras emosi. Jika tidak dikelola dengan baik, bisa berujung pada stress dan hal negatif lain.
Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Sutarimah Ampuni, mengatakan, seseorang sangat penting belajar mengelola emosi agar bisa terekspresikan secara wajar dan sehat. Emosi harus diekspresikan dengan pas agar tidak menimbulkan efek buruk bagi diri sendiri dan orang lain.
"Emosi perlu dikelola, mengekspresikan dengan sehat dan pas. Tidak menahan-nahan, namun juga tidak meledak-ledak," ucap Ampuni, dikutip dari laman resmi UGM, Jumat (28/9/2022).
Ada sejumlah strategi dalam mengekspresikan emosi. Salah satunya menahan atau menekan emosi. Tapi tidak boleh berlebihan. Misal, menahan rasa duka, karena tidak ingin terlihat lemah dan berduka di hadapan orang lain.
Baca Juga: Hindari Macet di Ibu Kota, Jalan 'Tikus' Jadi Solusi
Akan tetapi, strategi itu kurang bagus, sebab jika menahan emosi akan berbahaya. Ibarat botol yang diisi air soda dan ditutup rapat. Suatu saat akan meledak. Begitu juga dengan emosi.
Cara lain mengelola emosi adalah dengan merenung. Mengekspresikan emosi dalam bentuk diam dan menyendiri. Tidak semua emosi harus diekspresikan atau dilepaskan. Tapi harus selektif dalam melepas dan menahan emosi.
Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Sutarimah Ampuni, mengatakan, seseorang sangat penting belajar mengelola emosi agar bisa terekspresikan secara wajar dan sehat. Emosi harus diekspresikan dengan pas agar tidak menimbulkan efek buruk bagi diri sendiri dan orang lain.
"Emosi perlu dikelola, mengekspresikan dengan sehat dan pas. Tidak menahan-nahan, namun juga tidak meledak-ledak," ucap Ampuni, dikutip dari laman resmi UGM, Jumat (28/9/2022).
Ada sejumlah strategi dalam mengekspresikan emosi. Salah satunya menahan atau menekan emosi. Tapi tidak boleh berlebihan. Misal, menahan rasa duka, karena tidak ingin terlihat lemah dan berduka di hadapan orang lain.
Baca Juga: Hindari Macet di Ibu Kota, Jalan 'Tikus' Jadi Solusi
Akan tetapi, strategi itu kurang bagus, sebab jika menahan emosi akan berbahaya. Ibarat botol yang diisi air soda dan ditutup rapat. Suatu saat akan meledak. Begitu juga dengan emosi.
Cara lain mengelola emosi adalah dengan merenung. Mengekspresikan emosi dalam bentuk diam dan menyendiri. Tidak semua emosi harus diekspresikan atau dilepaskan. Tapi harus selektif dalam melepas dan menahan emosi.