Dilantik Jadi Presiden Prancis untuk Kali Kedua, Ini Janji Macron
Garry Talentedo Kesawa
Ahad, 08 Mei 2022 - 15:21 WIB
Presiden Prancis terpilih, Emmanuel Macron. (Foto: The Guardian)
Emmanuel Macron untuk kali kedua dilantik menjadi Presiden Prancis untuk masa jabatan lima tahun ke depan. Hal tersebut dipastikan usai Macron mengalahkan pesaingnya yang merupakan sayap kanan, Marine Le Pen.
Dalam pemungutan suara Pilpres pada 24 April lalu, Macron berhasil mengumpulkan sebanyak 58,55 persen suara atas Le Pen.Adapun upacara pelantikan dilakukan di Istana Elysee, Sabtu (7/5/2022).
Baca Juga:AHY: Demokrat Bukan Partai Oposisi Brutal Tanpa Akal Sehat
Dalam pidatonya, Macron mengatakan bahwa pemilihannya kembali menandai kebangkitan demokrasi yang mendasar. "Dari kembalinya perang ke Eropa hingga pandemi dan darurat ekologis, jarang negara kita dihadapkan pada kombinasi tantangan seperti itu. Rakyat Prancis telah memilih proyek yang jelas dan eksplisit untuk masa depan, proyek kemerdekaan Eropa, kemajuan ilmiah, sosial dan ekologis," kata Macron dikutip dari The Guardian.
Macron menilai saat ini adalah yang paling sulit, dimana Prancis harus menunjukkan yang terbaik dari dirinya sendiri. "Mari kita memiliki keberanian untuk melihat kenyataan secara langsung. Mari kita setia pada nilai-nilai kebebasan, kesetaraan, persaudaraan dan sekularisme. Mari kita terus mencintai Republik dan segala isinya. Mari kita cintai tanah air kita," ujarnya.
Baca Juga:Tsamara Amany Mundur dari PSI, Begini Respons Grace Natalie
Terkait terpilihnya untuk periode kedua ini, Macron menyatakan hal ini bukanlah mandat berkelanjutan dari periode pertama. Dia berjanji periode kedua ini menjadi metode baru untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif, layanan kesehatan yang dapat diakses dimanapun serta kesetaraan seksual yang lebih besar dan militer yang lebih kuat.
Dalam pemungutan suara Pilpres pada 24 April lalu, Macron berhasil mengumpulkan sebanyak 58,55 persen suara atas Le Pen.Adapun upacara pelantikan dilakukan di Istana Elysee, Sabtu (7/5/2022).
Baca Juga:AHY: Demokrat Bukan Partai Oposisi Brutal Tanpa Akal Sehat
Dalam pidatonya, Macron mengatakan bahwa pemilihannya kembali menandai kebangkitan demokrasi yang mendasar. "Dari kembalinya perang ke Eropa hingga pandemi dan darurat ekologis, jarang negara kita dihadapkan pada kombinasi tantangan seperti itu. Rakyat Prancis telah memilih proyek yang jelas dan eksplisit untuk masa depan, proyek kemerdekaan Eropa, kemajuan ilmiah, sosial dan ekologis," kata Macron dikutip dari The Guardian.
Macron menilai saat ini adalah yang paling sulit, dimana Prancis harus menunjukkan yang terbaik dari dirinya sendiri. "Mari kita memiliki keberanian untuk melihat kenyataan secara langsung. Mari kita setia pada nilai-nilai kebebasan, kesetaraan, persaudaraan dan sekularisme. Mari kita terus mencintai Republik dan segala isinya. Mari kita cintai tanah air kita," ujarnya.
Baca Juga:Tsamara Amany Mundur dari PSI, Begini Respons Grace Natalie
Terkait terpilihnya untuk periode kedua ini, Macron menyatakan hal ini bukanlah mandat berkelanjutan dari periode pertama. Dia berjanji periode kedua ini menjadi metode baru untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif, layanan kesehatan yang dapat diakses dimanapun serta kesetaraan seksual yang lebih besar dan militer yang lebih kuat.