Sejarah Disunnahkannya Syawal Jadi Bulan untuk Menikah
Muhajirin
Senin, 09 Mei 2022 - 08:44 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Syawal merupakan bulan penuh amalan-amalan sunnah. Salah satunya melangsungkan pernikahan. Dalam Islam, pernikahan menjadi salah satu tanda kebesaran Allah Ta'ala.
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (QS. Ar-Rum: 21).
Orang-orang jahiliyah meyakini Syawal adalah bulan pantangan untuk menikah. Rasulullah SAW menampik keyakinan tersebut. Beliau menikahi Aisyah pada bulan Syawal.
Aisyah berkata: "Rasulullah SAW menikahiku saat bulan Syawal dan mengadakan malam pertama dengan aku di bulan Syawal. Manakah istri beliau yang lebih mendapatkan perhatian selain aku?" (HR Muslim, An Nasa'i).
Baca Juga: Benarkah Menikah di Bulan Syawal itu Sunnah? Ini Kata Ustadz Nuzul Dzikri
Abu Zakariya yahya bin Syaraf (Imam Nawawi) dalam al-Minhaj fi Syarhi Shahih Muslim menjelaskan, Aisyah mengatakan itu untuk menepis keyakinan yang berkembang di masyarakat jahiliyah dan sikap mengada-ada di kalangan awam bahwa makruh menikah, menikahkan, atau berhubungan suami istri pada bulan Syawal.
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (QS. Ar-Rum: 21).
Orang-orang jahiliyah meyakini Syawal adalah bulan pantangan untuk menikah. Rasulullah SAW menampik keyakinan tersebut. Beliau menikahi Aisyah pada bulan Syawal.
Aisyah berkata: "Rasulullah SAW menikahiku saat bulan Syawal dan mengadakan malam pertama dengan aku di bulan Syawal. Manakah istri beliau yang lebih mendapatkan perhatian selain aku?" (HR Muslim, An Nasa'i).
Baca Juga: Benarkah Menikah di Bulan Syawal itu Sunnah? Ini Kata Ustadz Nuzul Dzikri
Abu Zakariya yahya bin Syaraf (Imam Nawawi) dalam al-Minhaj fi Syarhi Shahih Muslim menjelaskan, Aisyah mengatakan itu untuk menepis keyakinan yang berkembang di masyarakat jahiliyah dan sikap mengada-ada di kalangan awam bahwa makruh menikah, menikahkan, atau berhubungan suami istri pada bulan Syawal.