Jandia Eka Putra Diperiksa Polisi Diduga Lakukan Penganiayaan
Arif purniawan
Senin, 09 Mei 2022 - 20:37 WIB
Kiper PSIS Semarang Jandia Eka Putra (foto: psis semarang)
Penjaga gawang utama PSIS Semarang Jandia Eka Putra diperiksa oleh Polresta Padang pada Senin (9/5/2022) menyusul dugaan kasus pemukulan terhadap anggota Brimob Polda Sumatera Barat Briptu Fauzi Rizki Saputra di objek wisata Pasir Jambak Kota Padang, Minggu (8/5/2022).
Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh kepolisian, dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan yang melibatkan sekitar 10 orang tersebut.
Peran-peran pihak yang melakukan pengeroyokan masih didalami polisi.
Baca juga:Lepas Wallace Costa, PSIS Dirumorkan Datangkan Alie Sesay
“(Jandia) masih didalami, kami tidak ingin terburu-buru. Masih diperiksa sekarang karena jumlahnya banyak dan membutuhkan waktu untuk diperiksa satu-satu,” kata Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Dedy Adriansyah Putra dikutip dari Antara.
Pemukulan ini terjadi saat personel Brimob dan keluarganya berwisata di Pantai Pasir Jambak Padang. Pada saat yang bersamaan Jandia Eka dan beberapa orang lain bermain sepak bola di lokasi yang sama.
“Anaknya (anggota Brimob) lagi duduk bermain pasir, kemudian datang pemuda main bola satu tim lima orang. Jadi main bola hampir mengenai keluarga anggota Brimob,” ungkap Dedy.
Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh kepolisian, dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan yang melibatkan sekitar 10 orang tersebut.
Peran-peran pihak yang melakukan pengeroyokan masih didalami polisi.
Baca juga:Lepas Wallace Costa, PSIS Dirumorkan Datangkan Alie Sesay
“(Jandia) masih didalami, kami tidak ingin terburu-buru. Masih diperiksa sekarang karena jumlahnya banyak dan membutuhkan waktu untuk diperiksa satu-satu,” kata Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Dedy Adriansyah Putra dikutip dari Antara.
Pemukulan ini terjadi saat personel Brimob dan keluarganya berwisata di Pantai Pasir Jambak Padang. Pada saat yang bersamaan Jandia Eka dan beberapa orang lain bermain sepak bola di lokasi yang sama.
“Anaknya (anggota Brimob) lagi duduk bermain pasir, kemudian datang pemuda main bola satu tim lima orang. Jadi main bola hampir mengenai keluarga anggota Brimob,” ungkap Dedy.