Gua Karst Terpanjang Pulau Sumatera Ada di Aceh Tamiang
Fajar adhitya
Ahad, 01 Agustus 2021 - 20:01 WIB
Dokumentasi - Tim lembaga konservasi Kempra Saat menelusuri kawasan bentang alam karst yang membentuk gua di Aceh Tamiang. ANTARA/HO/Kempra
Kabupaten Aceh Tamiang memiliki gua karst terpanjang di Pulau Sumatera. Gua batu kapur gamping tersebut berada di Kampung Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh, dan masuk kawasan konservasi ekosistem karst.
Masyarakat setempat menamakan gua tersebut Goa Kubin atau Goa Sarang Burung karena di dalamnya banyak ditemukan sarang walet. Namun, dalam rencana induk pengembangan pariwisata daerah (Rippda) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Aceh Tamiang, disebut gua karst.
Lembaga swadaya masyarakat Kawasan Ekosistem Mangrove Pantai Timur Aceh (Kempra) menyebutkan, gua karst tersebut diperkirakan terbentuk ribuan bahkan jutaan tahun silam. Sebab, pembentukan gua karst itu hasil proses batuan terlarut.
"Dari penelitian kami, gua karst Aceh Tamiang sepanjang 1.140 meter. Dan ini terpanjang di Pulau Sumatra," kata Manajer Riset Kempra Andi Nur Muhammad di Aceh Tamiang, Ahad (1/8/2021).
Andi Nur Muhammad mengatakan, selain di Kaloy, karst atau bebatuan kapur juga ada ditemukan di tempat lain di Aceh Tamiang, tetapi bukan gua, melainkan bentang alam. Dan ini bisa menjadi objek penelitian terkait sebaran karst di Kabupaten Aceh Tamiang.
Andi Nur Muhammad mendorong pemerintah daerah agar mengajukan karst tersebut ke Badan Geologi untuk ditetapkan sebagai kawasan lindung geologi. "Dengan demikian, gua dan bentangan alam karst di Kabupaten Aceh Tamiang bisa menjadi laboratorium penelitian dan kepurbaan serta berfungsi sebagai penyeimbang ekosistem dan cadangan air tanah," kata Andi Nur Muhammad.
Direktur Eksekutif Kempra Izuddin Idris mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang merencanakan kawasan bentang alam karst tersebut menjadi kawasan cagar alam geologi sebagai bagian dari kawasan lindung geologi.
Masyarakat setempat menamakan gua tersebut Goa Kubin atau Goa Sarang Burung karena di dalamnya banyak ditemukan sarang walet. Namun, dalam rencana induk pengembangan pariwisata daerah (Rippda) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Aceh Tamiang, disebut gua karst.
Lembaga swadaya masyarakat Kawasan Ekosistem Mangrove Pantai Timur Aceh (Kempra) menyebutkan, gua karst tersebut diperkirakan terbentuk ribuan bahkan jutaan tahun silam. Sebab, pembentukan gua karst itu hasil proses batuan terlarut.
"Dari penelitian kami, gua karst Aceh Tamiang sepanjang 1.140 meter. Dan ini terpanjang di Pulau Sumatra," kata Manajer Riset Kempra Andi Nur Muhammad di Aceh Tamiang, Ahad (1/8/2021).
Andi Nur Muhammad mengatakan, selain di Kaloy, karst atau bebatuan kapur juga ada ditemukan di tempat lain di Aceh Tamiang, tetapi bukan gua, melainkan bentang alam. Dan ini bisa menjadi objek penelitian terkait sebaran karst di Kabupaten Aceh Tamiang.
Andi Nur Muhammad mendorong pemerintah daerah agar mengajukan karst tersebut ke Badan Geologi untuk ditetapkan sebagai kawasan lindung geologi. "Dengan demikian, gua dan bentangan alam karst di Kabupaten Aceh Tamiang bisa menjadi laboratorium penelitian dan kepurbaan serta berfungsi sebagai penyeimbang ekosistem dan cadangan air tanah," kata Andi Nur Muhammad.
Direktur Eksekutif Kempra Izuddin Idris mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang merencanakan kawasan bentang alam karst tersebut menjadi kawasan cagar alam geologi sebagai bagian dari kawasan lindung geologi.