Menkes Minta Orang Tua Waspada Gejala Awal Hepatitis Akut Misterius
Redaksi
Selasa, 10 Mei 2022 - 07:02 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto: Istimewa
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan ada 15 kasus hepatitis akut terdeteksi di Indonesia yang belum diketahui penyebabnya. Hal tersebut disampaikan Menkes dalam Keterangan Pers Menteri Kabinet Indonesia Maju di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/5/2022).
Menkes Budi meminta orang tua waspada dan segera memeriksakan anak apabila ditemui gejala hepatitis akut untuk mendapatkan diagnosis awal.
Baca juga: Menkes Budi Sebut 15 Kasus Hepatitis Akut Terdeteksi di Indonesia
Adapun gejala awal dari penyakit hepatitis ini adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan. Selanjutnya, gejala akan semakin berat seperti air kencing berwarna pekat seperti teh dan buang air besar berwarna putih pucat.
“Kalau dia buang air besar dan kemudian mulai ada demam nah itu dicek SGPT- SGOT-nya. Kalau sudah di atas 100, lebih baik di-refer ke fasilitas kesehatan terdekat. SGPT-SGOT normalnya di level 30-an, kalau sudah naik agak tinggi sebaiknya di-refer ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.
Di samping itu, Menkes Budi mengimbau masyarakat menjaga kebersihan diri sebagai upaya pencegahan penyakit hepatitis akut misterius.
“Virus ini menularnya lewat asupan makanan yang lewat mulut, jadi kalau bisa rajin cuci tangan saja supaya kita pastikan yang masuk ke anak-anak kita, kan ini menyerang banyak di bawah 16 tahun lebih banyak lagi di bawah 5 tahun, itu bersih,” ujar Menkes Budi.
Menkes Budi meminta orang tua waspada dan segera memeriksakan anak apabila ditemui gejala hepatitis akut untuk mendapatkan diagnosis awal.
Baca juga: Menkes Budi Sebut 15 Kasus Hepatitis Akut Terdeteksi di Indonesia
Adapun gejala awal dari penyakit hepatitis ini adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan. Selanjutnya, gejala akan semakin berat seperti air kencing berwarna pekat seperti teh dan buang air besar berwarna putih pucat.
“Kalau dia buang air besar dan kemudian mulai ada demam nah itu dicek SGPT- SGOT-nya. Kalau sudah di atas 100, lebih baik di-refer ke fasilitas kesehatan terdekat. SGPT-SGOT normalnya di level 30-an, kalau sudah naik agak tinggi sebaiknya di-refer ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.
Di samping itu, Menkes Budi mengimbau masyarakat menjaga kebersihan diri sebagai upaya pencegahan penyakit hepatitis akut misterius.
“Virus ini menularnya lewat asupan makanan yang lewat mulut, jadi kalau bisa rajin cuci tangan saja supaya kita pastikan yang masuk ke anak-anak kita, kan ini menyerang banyak di bawah 16 tahun lebih banyak lagi di bawah 5 tahun, itu bersih,” ujar Menkes Budi.