LANGIT7.ID - , Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan ada 15 kasus hepatitis akut terdeteksi di Indonesia yang belum diketahui penyebabnya. Hal tersebut disampaikan Menkes dalam Keterangan Pers Menteri Kabinet Indonesia Maju di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/5/2022).
Menkes Budi meminta orang tua waspada dan segera memeriksakan anak apabila ditemui gejala hepatitis akut untuk mendapatkan diagnosis awal.
Baca juga: Menkes Budi Sebut 15 Kasus Hepatitis Akut Terdeteksi di IndonesiaAdapun gejala awal dari penyakit hepatitis ini adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan. Selanjutnya, gejala akan semakin berat seperti air kencing berwarna pekat seperti teh dan buang air besar berwarna putih pucat.
“Kalau dia buang air besar dan kemudian mulai ada demam nah itu dicek SGPT- SGOT-nya. Kalau sudah di atas 100, lebih baik di-refer ke fasilitas kesehatan terdekat. SGPT-SGOT normalnya di level 30-an, kalau sudah naik agak tinggi sebaiknya di-refer ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.
Di samping itu, Menkes Budi mengimbau masyarakat menjaga kebersihan diri sebagai upaya pencegahan penyakit hepatitis akut misterius.
“Virus ini menularnya lewat asupan makanan yang lewat mulut, jadi kalau bisa rajin cuci tangan saja supaya kita pastikan yang masuk ke anak-anak kita, kan ini menyerang banyak di bawah 16 tahun lebih banyak lagi di bawah 5 tahun, itu bersih,” ujar Menkes Budi.
Menkes mengungkapkan, pihaknya menindaklanjuti kejadian ini dengan membuat Surat Edaran (SE) tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology)
“Tanggal 27 April itu kita sudah langsung mengeluarkan surat edaran agar semua rumah sakit dan dinas kesehatan melakukan surveillance monitoring terhadap kasus ini,” ungkapnya.
Menks Budi menambahkan, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat dan Pemerintah Inggris untuk memperoleh informasi mengenai penyakit ini.
Budi Gunadi menjelaskan hingga saat ini belum dipastikan virus apa yang menjadi penyebab penyakit hepatitis akut ini.
Baca juga: Imunitas Belum Kuat, Anak-Anak Rentan Tertular Hepatitis Misterius“Sekarang penelitian sedang dilakukan bersama-sama oleh Indonesia, bekerja sama dengan WHO dan juga kita bekerja sama dengan Amerika (Serikat) dan Inggris, untuk bisa mendeteksi secara cepat penyebab penyakit ini. Kemungkinan besar adalah adenovirus strain 41, tapi ada juga banyak kasus yang tidak ada adenovirus strain 41 ini,” ujarnya.
(est)