Kisah LGBT di Zaman Rasulullah, Begini Respons Nabi SAW
Mahmuda attar hussein
Selasa, 10 Mei 2022 - 16:30 WIB
Ilustrasi kisah pada zaman Nabi SAW. (Foto: Istimewa).
Kelompok yang memiliki kelainan seksual atau LGBT pernah ada di zaman Rasulullah. Kisah ini diceritakan Ustadz Khalid Basalamah dan bagaimana respons Nabi SAW saat itu.
Pendakwah, Ustadz Khalid Basalah menyebutkan, LGBT dalam hukum syar'i merupakan sebuah penyakit. Artinya siapa pun yang menyandang penyakit kelainan seksual ini harus segera diobati.
"Disebutkan dalam Hadits Bukhari, pernah ada seorang banci, waria, dari gelagat bahasanya ketahuan dia banci masuk ke Madinah. Entah dari mana waria itu datang. Namun, yang jelas dalam riwayat Bukhari dikatakan waria itu ada di Madinah dan sedang duduk dengan para Sahabat laki-laki," ujar Khalid dikutip Selasa (10/5/2022).
Baca Juga: Cerita Kaum Gay: Label Bencong dan Luka Pengasuhan Jadi Sebab LGBT
Menurut dia, waria itu menyukai salah satu dari sahabat laki-laki. Sang waria berbincang kepada Sahabat dengan menanyakan terkait hal-hal pribadinya, dengan maksud menunjukkan ketertarikannya.
Di tengah perbincangan itu, Rasulullah yang lewat mendengarkan gaya berbicara sang waria yang mendayu layaknya wanita. "Kala itu Nabi SAW lewat dan berkata 'Keluarkan orang ini (waria) dari Madinah'," ujar dia.
Dari kisah waria di zaman Rasulullah itu, menunjukkan bahwa Islam tidak metoleransi penyimpangan seksual mereka. Artinya, LGBT tidak boleh tinggal di tengah-tengah umat Islam, tidak boleh ditokohkan dan tidak boleh diorbit.
Pendakwah, Ustadz Khalid Basalah menyebutkan, LGBT dalam hukum syar'i merupakan sebuah penyakit. Artinya siapa pun yang menyandang penyakit kelainan seksual ini harus segera diobati.
"Disebutkan dalam Hadits Bukhari, pernah ada seorang banci, waria, dari gelagat bahasanya ketahuan dia banci masuk ke Madinah. Entah dari mana waria itu datang. Namun, yang jelas dalam riwayat Bukhari dikatakan waria itu ada di Madinah dan sedang duduk dengan para Sahabat laki-laki," ujar Khalid dikutip Selasa (10/5/2022).
Baca Juga: Cerita Kaum Gay: Label Bencong dan Luka Pengasuhan Jadi Sebab LGBT
Menurut dia, waria itu menyukai salah satu dari sahabat laki-laki. Sang waria berbincang kepada Sahabat dengan menanyakan terkait hal-hal pribadinya, dengan maksud menunjukkan ketertarikannya.
Di tengah perbincangan itu, Rasulullah yang lewat mendengarkan gaya berbicara sang waria yang mendayu layaknya wanita. "Kala itu Nabi SAW lewat dan berkata 'Keluarkan orang ini (waria) dari Madinah'," ujar dia.
Dari kisah waria di zaman Rasulullah itu, menunjukkan bahwa Islam tidak metoleransi penyimpangan seksual mereka. Artinya, LGBT tidak boleh tinggal di tengah-tengah umat Islam, tidak boleh ditokohkan dan tidak boleh diorbit.